SURYA.CO.ID SURABAYA - Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan rival abadi Arema FC dengan skor tipis 1-0 pada semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026). Gol semata wayang Yuran Fernandes menjadi pembeda dalam laga sarat gengsi tersebut.
Pertemuan dua tim asal Jawa Timur berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Kedua kesebelasan saling menekan dan menciptakan peluang, namun rapatnya lini pertahanan membuat pertandingan berjalan ketat.
Momen bola mati akhirnya menjadi pembeda yang mengantarkan Bajul Ijo meraih kemenangan sekaligus tiket menuju partai puncak.
Persebaya tampil percaya diri menghadapi Arema FC dalam semifinal Piala Presiden 2026. Meski kedua tim silih berganti menguasai permainan, peluang bersih tidak banyak tercipta sepanjang babak pertama.
Baca juga: Daftar Susunan Pemain Persebaya Vs Arema FC, 6 Pemain Asing Bajul Vs 7 Pemain Asing Singo
Kebuntuan akhirnya pecah pada masa injury time babak pertama. Yuran Fernandes sukses memaksimalkan sepak pojok yang dikirim Rivera dengan sundulan terarah ke pojok kiri bawah gawang Arema FC.
Gol pada menit 45+7 itu tidak mampu dibendung Adi Satryo dan membawa Persebaya unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Arema FC berusaha mengambil alih permainan demi mengejar ketertinggalan, sementara Persebaya tetap berani meladeni permainan terbuka.
Peluang emas kembali diperoleh Persebaya pada menit ke-60 melalui tendangan Jefferson Silva. Namun, penyelamatan gemilang Adi Satryo membuat keunggulan Bajul Ijo tidak bertambah.
Persebaya akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan 1-0 memastikan Bajul Ijo melangkah ke final dan akan menghadapi Persib Bandung yang lebih dahulu menyingkirkan Persija Jakarta.
Baca juga: Breaking News : Semifinal Piala Presiden 2026 di Bali, Hadiah Juara Naik jadi Rp 8 Miliar
Keberhasilan ini sekaligus menjadi penampilan kedua Persebaya di final Piala Presiden setelah sebelumnya mencapai partai puncak pada edisi 2019.
Laga semakin berat bagi Arema FC setelah bek Diego Landis menerima kartu merah pada menit ke-67 akibat pelanggaran terhadap Miguel Pereira.
Sebelumnya, Matheus Blade sempat diganjar kartu merah pada babak pertama. Namun, keputusan tersebut dianulir wasit Candra setelah meninjau tayangan VAR dan mengubah hukuman menjadi kartu kuning.
Bermain dengan 10 orang membuat Arema FC kesulitan mengembangkan permainan. Meski demikian, Singo Edan tetap berusaha meningkatkan tekanan hingga menit-menit akhir, tetapi gagal membongkar pertahanan disiplin Persebaya.
Seusai pertandingan, pelatih Arema FC Marcos Santos menyampaikan permintaan maaf kepada Aremania atas kegagalan timnya melangkah ke final.
"Saya minta maaf kepada Aremania. Tetapi dibandingkan pertandingan terakhir melawan Persebaya, kami bermain cukup baik hari ini," kata Marcos Santos seusai pertandingan.
Pelatih asal Brasil itu menilai permainan anak asuhnya menunjukkan perkembangan yang positif meski hasil akhir belum berpihak kepada Arema FC.
"Kami bermain sangat baik dan kami terus membangun tim yang lebih baik setiap hari, setiap pertandingan," ujarnya.
Marcos Santos menegaskan Piala Presiden 2026 menjadi bagian dari proses mematangkan skuad sebelum menghadapi Liga 1 musim 2026-2027.
Ia tetap optimistis perkembangan yang diperlihatkan timnya sepanjang turnamen akan menjadi modal penting menghadapi kompetisi resmi.
"Kami sangat yakin bahwa pertandingan selanjutnya di Liga 1 akan sangat bagus," tandasnya.