19 Dosen ADAKSI Aceh Bangun Fasilitas Wisata dan Mushalla di Ujung Pancu
Faisal Zamzami August 05, 2026 12:38 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 19 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tergabung dalam Dewan Pengurus Cabang (DPC) Aliansi Dosen Akademik dan Vokasional Seluruh Indonesia (ADAKSI) LLDIKTI Wilayah 13 Aceh merampungkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Bina Desa di kawasan Ujung Pancu, Gampong Lampageu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Program yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi wisata alam pesisir sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat. Salah seorang dosen yang terlibat berasal dari Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen.

Ketua Tim Pengabdian, Dr Agustiar ST MT, dalam rilis yang diterima Selasa (4/8/2026) malam, mengatakan kegiatan bertema "Pengembangan Ekowisata di Kawasan Ujung Pancu dalam Rangka Peningkatan Perekonomian Masyarakat Gampong Lampageu" itu dilaksanakan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Menurutnya, program tersebut difokuskan untuk menjawab keterbatasan fasilitas umum di kawasan wisata sekaligus memberikan pendampingan tata kelola destinasi berbasis ekowisata yang berkelanjutan dan ramah Syariat Islam.

"Ujung Pancu memiliki potensi wisata alam yang sangat besar dan strategis karena dekat dengan Kota Banda Aceh. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya menghadirkan penataan awal, penyediaan fasilitas ibadah dan sanitasi yang layak, serta pendampingan agar masyarakat Gampong Lampageu dapat mengelola destinasi ini secara mandiri dan berkelanjutan," ujar Dr Agustiar.

Baca juga: Dosen Abulyatama Gelar Program SIGAP TUHA di Pandrah Bireuen

Ia menjelaskan, Ujung Pancu memiliki daya tarik berupa bentangan pantai berpasir, tebing karang eksotis, serta panorama pesisir barat Pulau Sumatera. Namun, potensi tersebut selama ini belum dikelola secara profesional dan terstruktur.

Hal menarik dari program ini adalah seluruh pendanaannya berasal dari iuran swadaya 19 dosen anggota ADAKSI Aceh. Para dosen tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Iskandar Muda, Universitas Almuslim, UNIKI, Politeknik Aceh, dan Universitas Jabal Ghafur.

Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Gampong Lampageu. Warga ikut bergotong royong dengan memberikan tenaga pertukangan, bantuan logistik, penyediaan bahan bangunan, hingga konsumsi selama proses pembangunan berlangsung.

Sebagai bagian dari pengembangan ekowisata yang selaras dengan nilai-nilai Syariat Islam di Aceh, tim pengabdian membangun berbagai fasilitas pendukung, antara lain mushalla kayu, tempat wudhu, serta toilet umum yang layak bagi pengunjung.

Selain pembangunan fisik, program ini juga menjadi langkah awal pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penataan kawasan wisata diharapkan mampu mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti kuliner khas pesisir, kedai makanan dan minuman, jasa pemandu wisata, edukasi konservasi, penyewaan peralatan rekreasi dan olahraga air, serta penjualan kerajinan tangan dan olahan hasil laut khas Gampong Lampageu.

Ke depan, tim ADAKSI merekomendasikan agar program ini dilanjutkan melalui pelatihan soft skill, penguatan kapasitas pengelola wisata desa, serta promosi digital sehingga Ujung Pancu semakin dikenal sebagai destinasi ekowisata unggulan di Kabupaten Aceh Besar.

Pada akhir kegiatan, Ketua DPC ADAKSI LLDIKTI Wilayah 13 Aceh, Dr Masyudi SKep MKes, bersama tim dosen menyerahkan secara simbolis mushalla yang telah dibangun kepada Keuchik Gampong Lampageu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.