Drone Houthi Serang Bandara Najran di Arab Saudi, Operasional Penerbangan Dihentikan Sementara
Faisal Zamzami August 05, 2026 12:38 PM

 

SERAMBINEWS.COM, SANA – Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Najran di Arab Saudi, Selasa (4/8/2026).

Serangan tersebut dilaporkan mengganggu operasional bandara hingga layanan penerbangan dihentikan sementara.

Dilansir dari AFP, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan itu menyasar apa yang disebutnya sebagai "target sensitif" milik Arab Saudi di kawasan Bandara Najran.

Menurut Saree, operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan atas dugaan pelanggaran wilayah udara di atas Provinsi Saada dan Hajjah di Yaman oleh Arab Saudi.

Sumber regional yang dikutip AFP menyebut radar utama Bandara Najran terkena serangan, sehingga memengaruhi sistem operasional dan aktivitas penerbangan di bandara yang berada di wilayah selatan Arab Saudi tersebut.

Baca juga: Rudal Balistik Houthi Sasar Tanker Minyak Saudi di Laut Merah: Tensi Jalur Energi Dunia Memanas

Pantauan pada situs resmi Bandara Najran menunjukkan status penerbangan untuk beberapa hari ke depan tercantum sebagai "tidak terdeteksi", yang mengindikasikan adanya gangguan terhadap jadwal operasional.

Bandara Najran terletak tidak jauh dari perbatasan Arab Saudi dengan Yaman.

Bandara ini memiliki satu terminal yang melayani sejumlah penerbangan domestik setiap hari dan menjadi salah satu akses transportasi penting bagi wilayah selatan kerajaan.

Serangan terhadap Bandara Najran menambah daftar fasilitas Arab Saudi yang menjadi sasaran kelompok Houthi dalam beberapa tahun terakhir.

Infrastruktur sipil dan militer di wilayah selatan Saudi, termasuk bandara dan instalasi energi, beberapa kali menjadi target serangan rudal maupun drone sejak konflik Yaman berlangsung.

Ketegangan kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah pertempuran bersenjata kembali pecah.

Situasi tersebut menandai pertama kalinya Arab Saudi dan Houthi kembali saling melancarkan serangan menggunakan persenjataan berat sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022.

Pengamat menilai meningkatnya intensitas serangan Houthi ke wilayah Arab Saudi juga terjadi di tengah memanasnya dinamika konflik kawasan, termasuk ketegangan yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang selama ini disebut memiliki pengaruh terhadap kelompok Houthi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.