TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintah menyatakan perluasan program Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (Jargas) akan mengakhiri kerepotan warga dalam mengurus distribusi bahan bakar dapur.
Sistem pipa Jargas yang mengalir 24 jam dinilai jauh lebih praktis dan membebaskan masyarakat dari beban mengangkat tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Kepala Bakom RI M Qodari menjelaskan, Jargas didesain untuk menyalurkan pasokan energi secara terus-menerus langsung ke rumah pelanggan.
Sistem perpipaan ini secara otomatis mengakhiri keharusan masyarakat untuk membeli, mengangkut, hingga melakukan bongkar pasang tabung gas secara berkala.
"Jadi mirip seperti air PAM ya, cuma ini gas," ujar Qodari saat memaparkan pembeda teknis Jargas dan LPG konvensional di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Qodari menyoroti repotnya distribusi LPG menggunakan sistem tabung bagi sebagian kelompok masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan warga yang tinggal di hunian vertikal atau rumah susun.
Ia kemudian merujuk pada testimoni warga pengguna Jargas di Rumah Susun Manis Jaya Jatiuwung, Tangerang, Banten, yang merasa kualitas hidupnya meningkat drastis.
"Tinggal di lantai tiga rumah susun ia merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi mencari dan mengangkut tabung gas. Ini emak-emak seneng ini," sebut Qodari membacakan kesaksian warga tersebut.
Baca juga: Pemerintah Kebut 1,4 Juta Sambungan Jargas, Pangkas 72 Persen Ketergantungan Impor LPG
Sistem Jargas juga menghilangkan kepanikan massal saat masyarakat kehabisan gas di waktu-waktu krusial.
Ini karena nstalasi pipa gas bumi memastikan warga bisa memasak dengan tenang pada malam atau dini hari, terutama saat harus menyiapkan makan sahur di bulan Ramadan.
“Ia juga menilai Jargas jauh lebih hemat dengan pelayanan yang aman dan lancar selama lima tahun terakhir, ditunjang petugas PGN yang rutin mengecek dan mendeteksi potensi kebocoran,” lanjut Qodari membacakan kesaksian warga tersebut.
Baca juga: 814 Ribu Rumah di Berbagai Wilayah Indonesia Sudah Terlayani Jargas
Program Jargas merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola di bawah naungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemerintah menargetkan 1,45 juta sambungan baru Jargas ke rumah-rumah warga selama periode 2025-2029 untuk memasok energi yang lebih murah dan menekan tingginya angka impor LPG domestik.