Sosok Saepul Tersangka Mutilasi yang Bungkus Jasad Korban Tanpa Kaki dalam Karung Beras, Ini Awalnya
Musahadah August 05, 2026 04:50 PM

 

SURYA.CO.ID - Ini lah sosok Saepul, tersangka mutilasi yang buang jasad korbannya dalam kondisi terbungkus karung beras di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. 

Saepul diduga membunuh dan memutilasi pria bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Tubuh Kunaedi ditemukan terbungkus karung beras ditemukan di lapangan Kavling Depkes, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat di tubuh korban. 

Jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan diduga merupakan korban mutilasi.

Baca juga: Sosok Hakim Jenny Tulak yang Vonis Penjara Seumur Hidup Alvi Terdakwa Mutilasi Pacar Jadi 621 Bagian

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, penemuan jasad korban bermula saat warga berinisial H yang tengah melintas di lokasi melihat sebuah karung.

 H mulanya mengira karung itu hanya berisi sampah dan tidak menaruh rasa curiga. Ia pun meminta adiknya, MR, untuk membakar karung tersebut.

Tak lama berselang, MR membakar karung itu. Saat sebagian karung terbakar, MR terkejut ketika melihat tubuh manusia di dalamnya. Ia pun segera melaporkannya ke polisi.

"Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas," ujar Kabid Humas.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban ditemukan tanpa busana, kedua tangan terikat kain putih, bagian tubuh tidak utuh, dan terdapat luka di bagian leher.

"Serta jenazah dimasukkan ke dalam karung beras yang dibungkus plastik berwarna hitam," ungkap Budi.

Jenazah korban kini telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan pemeriksaan forensik.

Siapakah Saepul? 

Polisi belum mengungkap identitas lengkap Saepul. 

Pria berusia 26 tahun ini ditangkap di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. 

Saepul diketahui merupakan kenalan korban yang sebelumnya berkomunikasi melalui media sosial.

Dalam pemeriksaan awal, Saepul mengaku membunuh Kunaefi setelah keduanya terlibat cekcok.

Peristiwa itu bermula ketika Saepul mendatangi korban setelah berkenalan melalui media sosial pada Kamis (23/7/2026).

“Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulisnya.

Polisi kini masih mendalami motif pembunuhan dan mutilasi tersebut, termasuk mencocokkan keterangan awal dari pelaku.

Polisi masih mencari potongan kedua kaki dari jasad Kunaefi. 

“(Terkait potongan kaki) masih diselidiki, masih dicari,” kata Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (5/8/2026).

Pengakuan Warga

Sementara itu, ​Herni Setiani (40), warga setempat yang rumahnya berada persis dekat tempat kejadian perkara (TKP), menjadi saksi kunci yang pertama kali melihat karung misterius tersebut. 

Namun, karena area tersebut kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar, Herni sama sekali tidak menaruh curiga.

Herni menceritakan bahwa ia pertama kali melihat karung berukuran besar tersebut pada Jumat pagi (24/7/2026), sekitar pukul 06.55 WIB, saat perjalanan pulang usai mengantar anaknya sekolah.

​"Pertama kali lihat saya hari Jumat tanggal 24 Juli pagi, jam 07.00 kurang lima menit. Saya pulang antar anak sekolah. Pas pergi saya enggak ngeh udah ada atau belum,” kata Herni kepada TribunnewsDepok.com, Rabu (5/8/2026). 

“Pas pulang kelihatan, terus saya foto dan kirim ke grup keluarga. Saya bilang, 'Ada yang buang sampah sembarangan nih di pinggir jalan.' Saya pikir itu sampah basah biasa, entah bekas orang jualan atau bekas hajatan," sambungnya. 

 ​Lokasi ditemukannya karung berada di sebuah lahan kosong jalan buntu yang sepi dan minim penerangan saat malam hari. 

Di sekitar area tersebut hanya ada satu rumah, yaitu milik keluarga Herni. Tempat terbuka itu biasa digunakan warga sekitar untuk bermain layangan, berlatih motor, atau jalan sehat di pagi hari.

​Hari demi hari berlalu tanpa ada yang menyentuh karung tersebut. Hingga memasuki hari ke-12 pasca penemuan pertama, aroma busuk yang sangat menyengat beserta belatung mulai bermunculan dan mengganggu kenyamanan.

​Adik dari Herni berinisiatif untuk membakar tumpukan yang dikira sampah tersebut agar aroma tak sedap segera hilang. 

Namun, keputusan membakar karung itulah yang justru mengungkap kejadian mengerikan di dalamnya.

​"Ceritanya mau dibakar biar bau bangkainya hilang. Tapi pas api mulai membakar, kelihatan ada bentuk manusia. Awalnya malah dikira bangkai binatang. Cuma pas kelihatan ada tangan keluar dari karung, adik saya kaget dan langsung buru-buru mematikan api, ditutup karpet, terus langsung hubungi pengurus RT," jelas Herni.

Dari hasil penyelidikan awal pihak kepolisian, terungkap kondisi jasad korban yang memprihatinkan. 

Sebagian anggota tubuh korban dilaporkan hilang dan sempat tersambar api sebelum akhirnya ditemukan warga.

​Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan tidak utuh di lokasi kejadian. 

Mirisnya, sebagian organ atau bagian tubuh bawah korban tidak ada di TKP.

​"Dapat kami sampaikan sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP. Namun kami masih melakukan penyelidikan," ujar Oka di lokasi. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.