TRIBUNBENGKULU.COM – Suhu udara di Kota Bengkulu yang sempat menjadi tertinggi di Indonesia berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat masyarakat diimbau lebih waspada terhadap risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.
Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Ummi Bengkulu, dr. Dini Syavani, M.Si., MARS, mengatakan cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja lapangan.
Meski demikian, masyarakat tetap dapat beraktivitas di luar ruangan selama menerapkan langkah-langkah perlindungan yang tepat.
"Cuaca panas di Bengkulu saat ini memang bisa meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga heat stroke, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan pekerja lapangan. Karena itu, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar ruangan, tetapi perlu lebih bijak dalam melindungi tubuh," ujar Dini.
Berikut lima langkah yang disarankan untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas.
1. Batasi aktivitas pada siang hari
Dini menyarankan masyarakat menghindari aktivitas di bawah terik matahari pada pukul 10.00–15.00, saat intensitas paparan sinar matahari umumnya paling tinggi.
Apabila memungkinkan, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dijadwalkan pada pagi atau sore hari ketika suhu udara lebih rendah.
2. Minum air putih sebelum merasa haus
Menurut Dini, masyarakat tidak sebaiknya menunggu hingga merasa haus, bibir kering, atau pusing untuk mulai minum.
Orang dewasa umumnya dianjurkan mengonsumsi sekitar 2–3 liter air putih setiap hari.
Kebutuhan cairan dapat meningkat apabila seseorang banyak berkeringat atau bekerja di luar ruangan.
3. Kenakan pakaian yang nyaman
Untuk mengurangi paparan panas, Dini menyarankan penggunaan pakaian berwarna terang, longgar, dan mudah menyerap keringat.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Istirahat secara berkala
Bagi masyarakat yang bekerja di lapangan, Dini mengingatkan pentingnya beristirahat secara berkala di tempat yang teduh.
Ia menyarankan pekerja mengambil waktu istirahat setiap satu hingga dua jam agar suhu tubuh dapat kembali turun.
5. Waspadai tanda bahaya akibat panas
Dini mengingatkan masyarakat agar segera mengenali gejala awal gangguan akibat cuaca panas, seperti pusing, lemas, mual, kram otot, hingga jantung berdebar.
Menurut dia, gejala tersebut tidak boleh diabaikan karena dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
BMKG Catat Suhu Bengkulu Tertinggi di Indonesia
Sebelumnya, BMKG mencatat Kota Bengkulu menjadi wilayah dengan suhu udara maksimum tertinggi di Indonesia dalam periode pengamatan 2 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.
Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno mencatat suhu maksimum mencapai 36,2 derajat Celsius, sementara Stasiun Klimatologi Bengkulu berada di posisi kedua dengan suhu maksimum 35,8 derajat Celsius.
BMKG menjelaskan tingginya suhu udara dipengaruhi oleh dominasi cuaca cerah, minimnya tutupan awan, serta tingginya intensitas penyinaran matahari selama musim kemarau.
Lembaga tersebut juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pakaian yang ringan, serta mewaspadai risiko dehidrasi, heat exhaustion, dan heat stroke, terutama pada kelompok rentan.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini