TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Enam atlet taekwondo Sumatera Utara yang tampil pada ajang Asia Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 harus pulang tanpa membawa pulang medali. Kejuaraan internasional yang diikuti peserta dari 37 negara itu berlangsung di Jakarta pada 1–5 Agustus 2026 dan menjadi ajang menambah pengalaman bertanding bagi para atlet muda Sumut.
Adapun enam atlet yang mewakili Sumatera Utara pada nomor kyorugi tersebut masing-masing adalah Ryan Adriansyah Brema Damanik (under 54 kilogram), Anggi Syahputra Sceeven Sitorus Pane (under 58 kilogram), Muhammad Aqil Avatar (under 68 kilogram), Marcia Tiurma Bertha Hutapea (under 62 kilogram), Dwi Jayanti (under 67 kilogram), serta Syaida Sari (over 73 kilogram).
Meski seluruh atlet gagal menembus podium, Ketua Umum Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara Hamdani Syahputra menegaskan keikutsertaan mereka sejak awal memang tidak dibebani target meraih medali.
Menurut Hamdani, Pengprov TI Sumut sengaja mengirim para atlet untuk menambah pengalaman dan jam terbang menghadapi lawan-lawan internasional yang memiliki kualitas tinggi.
"Kita tidak ada target khusus. Tujuan utama kami adalah mencari pengalaman karena yang bertanding ada 37 negara, sementara Indonesia juga menurunkan atlet-atlet Pelatnas. Jadi, bagi atlet Sumatera Utara ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet luar negeri dan menambah jam bertanding mereka," ujar Hamdani kepada Tribun Medan.
Ia menilai pengalaman bertanding di level internasional akan menjadi bekal penting bagi perkembangan kemampuan para atlet binaan Sumut untuk menghadapi berbagai kejuaraan berikutnya.
Hamdani juga mengungkapkan kebanggaannya karena salah satu putra terbaik Sumatera Utara yang kini bergabung di Pelatnas, Rayhan, berhasil mempersembahkan medali emas. Bahkan, Rayhan menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang sukses meraih medali emas pada kejuaraan tersebut.
"Kita bersyukur ada atlet Sumut yang berada di Pelatnas atas nama Rayhan berhasil meraih medali emas. Dia menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang memperoleh emas pada ajang ini. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet Sumut lainnya," katanya.
Lebih lanjut, Hamdani menjelaskan bahwa hasil pada kejuaraan ini belum menjadi tolok ukur untuk menentukan kekuatan Sumut menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII NTT-NTB 2028 mendatang. Pasalnya, masih ada tahapan panjang yang akan dilalui, mulai dari Pra-PON hingga Babak Kualifikasi (BK) PON.
"PON masih lama. Masih ada Pra-PON, BK PON, dan berbagai kejuaraan lainnya. Belum tentu atlet yang berangkat kali ini akan menjadi atlet yang tampil di PON nanti. Mereka saat ini masih merupakan atlet Pelatda. Nanti akan ada seleksi kembali untuk menentukan atlet yang akan memperkuat Sumatera Utara," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Taekwondo Indonesia Kota Medan Riza Budiwan mengatakan tiga atlet binaan Kota Medan yang tampil pada kejuaraan tersebut adalah Muhammad Aqil Avatar, Syaida Sari, dan Anggi Syahputra Sceeven Sitorus Pane.
Menurut Riza, meski belum berhasil menyumbangkan medali, keikutsertaan mereka di kejuaraan internasional menjadi pengalaman yang sangat berharga karena harus menghadapi atlet-atlet dari puluhan negara.
"Mudah-mudahan pengalaman ini bisa menambah jam terbang mereka sehingga kemampuan bertanding semakin meningkat," ujarnya.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi modal bagi ketiga atlet untuk tampil lebih baik pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya sekaligus mampu mengharumkan nama Kota Medan dan Sumatera Utara.
Riza juga memastikan ketiga atlet tersebut akan memperkuat Kota Medan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 mendatang.
"Mereka merupakan atlet binaan Kota Medan dan akan tampil di Porprovsu. Harapan kami tentu mereka bisa meraih medali emas karena selama ini mereka sudah membuktikan prestasinya di tingkat Sumatera Utara," pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)