Dari Adonan Gagal Menjadi Rezeki, Stik Ketan Buatan Indah Kini Mengisi Rak Alfamart
deni setiawan August 05, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Adonan itu seharusnya berubah menjadi unthok yuyu, jajanan tradisional berbentuk bulat dengan tekstur meliyuk-liyuk renyah di bagian luar.

Namun, harapan Indah pupus ketika adonannya tak kunjung mengembang.

Alih-alih membuangnya, perempuan asal Purwodadi, Kabupaten Grobogan ini justru mencoba membentuk adonan tersebut menjadi stik. 

Keputusan sederhana di dapur rumahnya pada sekira 2008 itu tanpa disangka menjadi awal lahirnya produk yang kini dikenal sebagai stik ketan.

Baca juga: Alfamart dan Nestlé Indonesia Perluas Jangkauan Program Sahabat Posyandu untuk Ribuan Ibu dan Anak

"Awalnya memang produk gagal. Mau bikin unthok yuyu, tapi adonannya tidak mengembang."

"Saya kepikiran, kalau dibuat stik bagaimana. Saya coba terus sampai akhirnya hasilnya malah lebih bagus," kenang Indah kepada Tribunjateng.com, Rabu (5/8/2026).

Dari dapur sederhana itu, dia mulai menjajakan stik ketan buatannya ke pasar tradisional di Purwodadi. 

Sedikit demi sedikit produknya dikenal masyarakat.

Setelah itu, dia memberanikan diri menawarkan camilan tersebut ke toko-toko sekitar.

Kepercayaan diri Indah semakin tumbuh ketika respons pembeli terus berdatangan. 

Jalan usahanya pun terbuka lebih lebar setelah pemerintah daerah mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer Alfamart.

Indah kemudian mengikuti proses seleksi di kantor cabang Alfamart Semarang.

Hasilnya, pada 2011, stik ketannya resmi diterima menjadi produk mitra Alfamart.

"Alhamdulillah sejak 2011 produk saya sudah masuk Alfamart," ujarnya.

Kini, stik ketan buatan Indah dipasarkan melalui jaringan distribusi Alfamart wilayah Semarang, Rembang, dan Madiun.

Dalam sehari, usahanya mampu memproduksi sekira 50 kilogram stik ketan.

Camilan berbahan dasar tepung ketan, telur, gula, vanili, garam, dan bahan pengembang itu hadir dalam dua pilihan rasa, yakni manis dan gurih. 

Produk dikemas dalam ukuran 200 gram dengan harga sekira Rp13 ribu per bungkus.

• Bupati Tika Targetkan 50 Produk UMKM Kendal Masuk Alfamart Tahun Ini

Bagi Indah, keberhasilan masuk ke ritel modern bukan hanya soal bertambahnya penjualan. 

Ada perubahan besar yang ikut dirasakan keluarganya.

Jika dulu seluruh proses produksi hanya dikerjakan bersama sang suami, kini usaha tersebut telah mempekerjakan enam warga setempat.

"Manfaatnya banyak sekali. Saya bisa membantu perekonomian keluarga, sekaligus membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar," katanya.

Meski produknya sudah menembus jaringan minimarket modern, Indah belum puas. Dia berharap distribusi stik ketannya bisa menjangkau lebih banyak cabang Alfamart sehingga kapasitas produksi dapat terus meningkat.

"Harapannya bisa masuk ke cabang-cabang lain juga. Kalau pemasarannya semakin luas, produksi kami juga bisa berjalan lebih maksimal setiap hari," ujarnya.

Selain tersedia di Alfamart, stik ketan produksi Indah juga dapat dibeli langsung di lokasi usahanya di Jalan Raya Purwodadi-Solo KM 4. 

Pemesanan dari luar daerah pun tetap dilayani melalui jasa ekspedisi meski hingga kini ia belum memasarkan produknya melalui marketplace. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.