Pemkab Temanggung Gandeng DPR RI dan BNPB Gembleng Kapasitas Relawan Kebencanaan
muh radlis August 05, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menekankan pentingnya penguatan manajemen pasca-bencana.

Pasalnya, kondisi geografis dan topografi Kabupaten Temanggung yang didominasi kawasan pegunungan memiliki kerentanan ganda. 

Kerentanan itu berpotensi bencana tanah longsor dan banjir saat musim hujan, serta kekeringan hingga kebakaran pemukiman saat musim kemarau.

​Pernyataan itu disampaikan dalam acara Pelatihan Tanggap Bencana dan Penguatan Kapasitas Relawan di Serbut River Camp Kledung, Temanggung, Rabu (5/8/2026).

Pelatihan menggandeng Komisi VIII DPR RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan kapasitas serta pengetahuan teknis para relawan dalam kesiapsiagaan bencana.

​"Manajemen pengelolaan pasca-bencana menjadi sangat penting. Birokrasi tidak boleh hanya melayani urusan administrasi surat-menyurat, tetapi wajib hadir secara sigap ketika masyarakat tertimpa musibah," kata Agus Setyawan.

Baca juga: 9 Kepala SPPG di Jateng Dicopot, 5 Diduga Terkait Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang

Pemkab Temanggung mendorong orkestrasi alias skema keroyokan lintas lembaga yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial, Baznas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades), serta elemen relawan Desa Tangguh Bencana.

Bupati juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) mengonsolidasikan seluruh lini birokrasi, khususnya para camat dan kepala desa/lurah selaku pemangku wilayah, agar langsung sigap begitu terjadi bencana.

​"Begitu ada bencana, yang utama dipikirkan adalah keselamatan nyawa warga.

Setelah itu, birokrasi wajib hadir mengorkestrasi penanganan dan bantuan logistik agar warga terdampak tidak bingung dan penanganan dapat dilakukan secara cepat tanpa menunggu waktu lama," pesan Agus.

​Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Wibowo Prasetyo, mengapresiasi langkah taktis Bupati Temanggung.

Ia menyampaikan bahwa paradigma penanggulangan bencana nasional saat ini berfokus pada kesiapsiagaan pra-bencana serta pemulihan pasca-bencana yang terencana.

​"Penanganan bencana sekarang tidak hanya hadir saat kejadian, tetapi bagaimana melakukan mitigasi, asesmen risiko awal, hingga perencanaan kontinjensi.

Relawan adalah garda terdepan sekaligus edukator kepada masyarakat terkait dengan potensi-potensi risiko kebencanaan," ujar Wibowo Prasetyo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.