Marak Dugaan Pencatutan Nama Anak di PAUD, Ini Pengalaman Orang Tua Siswa di Cibubur
Desy Selviany August 05, 2026 05:18 PM

WARTAKOTALIVE.COM - Marak dugaan pencatutan nama anak pada sejumlah tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di berbagai daerah di Indonesia. 

Isu pencatutan nama anak di PAUD itu awalnya viral di Threads pada Selasa (4/8/2026) diunggah pertama kali oleh akun Nadya.

Disebutkan bahwa anaknya yang berusia 3 tahun 9 bulan namanya tiba-tiba terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan terdaftar sebagai seorang siswa di sebuah PAUD. 

Dari unggahan tersebut, sejumlah orang tua siswa pun mengecek nama mereka di situs Dapodik yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Hasilnya nama sejumlah anak mereka tercantum sebagai data fiktif di sejumlah PAUD. 

Salah satu orang tua yang menjadi korban adalah warga Cibubur, Jakarta Timur Yudha Panggih.

Yudha menjelaskan nama anaknya yang kini sudah kelas 1 SD masih terdaftar di sebuah PAUD yang pernah diikuti oleh anaknya. 

Kata Yudha, padahal anaknya hanya tiga bulan berada di PAUD tersebut dan memutuskan pindah di tahun 2023 lalu.

Namun hingga tiga tahun berselang yakni tahun 2026, data anaknya masih ada di PAUD yang terletak di Cibubur, Jakarta Timur itu.

“Logikanya anak saya sudah kelas 1 SD, kok namanya masih terdaftar jadi siswa PAUD. Itu sudah 3 tahun lalu dia ikut PAUD tersebut dan hanya 3 bulan,” ungkap Yudha dihubungi Rabu (5/8/2026).

Yudha pun mengaku baru sadar anaknya terdaftar di PAUD tersebut saat sekolah dasar (SD) anaknya mencoba mendaftarkan data siswa di Dapodik Kementerian Pendidikan. 

Saat itu nama anaknya terdaftar sudah dicantumkan di sebuah PAUD padahal usia anaknya sudah 6 tahun. 

Yudha pun sudah berkomunikasi dengan pihak PAUD yang berjanji akan menarik data anak tersebut.

“Namun hingga tadi malam saya cek masih terdaftar itu nama anak saya,” jelas Yudha.

Kata Yudha, di sekolah anaknya ada dua kasus siswa yang namanya masih dicatut di dua PAUD berbeda.

Baca juga: Viral Pemakaman Massal Terbesar di Gaza, Ratusan Mayat Dominasi Anak-anak

“Jadi teman anak saya juga ternyata mengalami hal yang sama di Jakarta, data dia dicatut sebuah PAUD juga,” tutur Yudha.

Menurut Yudha, dirinya memang tidak mengalami kerugian karena pencatutan data tersebut lantaran anaknya masuk SD swasta. 

Namun dia tidak rela apabila data anaknya dicatut untuk dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) di PAUD tersebut.

Yudha berharap pemerintah setempat khususnya pemerintah daerah melakukan pemeriksaan sejumlah PAUD yang memasukan data fiktif siswa. 

Dikhawatirkan hal itu bisa merugikan siswa yang namanya dicatut apalagi kalau siswa tersebut melanjutkan ke sekolah negeri.

“Takutnya sisanya ternyata mendapatkan bantuan beasiswa atau mau masuk sekolah negeri menjadi terhambat karena pencatutan data ini,” bebernya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.