Jaga Kesehatan Mental di Usia Menjelang 30, Aliando Syarief Ogah Buang Waktu untuk Hal Bullshit
Willem Jonata August 05, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sempat menepi dari panggung hiburan akibat gangguan kecemasan dan kesehatan mental, aktor Aliando Syarief kini bangkit dengan pandangan hidup yang lebih matang. 

Tak ingin masa lalunya terulang, pria yang akrab disapa Ali ini secara tegas menolak membuang-buang waktu untuk pekerjaan yang tidak berkualitas demi menjaga kestabilan mentalnya.

Pria berusia 29 tahun tersebut mengungkapkan bahwa pemulihan kesehatan mental membutuhkan proses yang panjang.

Salah satu metode yang rutin ia jalani adalah melakukan "kalibrasi" atau mengatur ulang pola pikir dan kebiasaannya saat menghadapi stres.

"Prosesnya panjang dan butuh kalibrasi. Saya tidak sampai melakukan journaling, tetapi kalibrasi itu paling penting untuk menumpahkan stres agar bisa berada di titik ini lagi sekarang," ujar Aliando saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Baca juga: Pacari Gen Z Usia Jauh Lebih Muda, Aliando Syarief Cerita Momen Lucu Saling Tak Paham Humor

Seiring berjalannya waktu dan usianya yang mulai mendekati kepala tiga, prioritas hidup bintang sinetron Ganteng-Ganteng Serigala ini pun bergeser. Jika dulu ia tak ragu menghabiskan waktu tanpa arah, kini Ali jauh lebih protektif terhadap waktu dan energi yang miliknya.

Bagi kekasih Richelle Skornicki ini, kekhawatiran utamanya saat ini bukanlah masalah asmara, melainkan risiko terlibat dalam proyek pekerjaan yang tidak berkualitas. Menurutnya, menerima pekerjaan yang tidak dikerjakan secara serius sama saja dengan merusak kesehatan mental dan masa depannya.

"Sekarang saya makin takut buang-buang waktu. Saya tidak mau menyia-nyiakan hidup untuk hal-hal yang menurut saya bullshit, terlalu omong kosong, dan bodoh untuk dilakukan," tegas Aliando.

Ia menambahkan bahwa keputusan memilih pekerjaan bermutu tinggi bukan sekadar soal popularitas, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga yang akan dibentuknya kelak.

"Bikin film itu bukan cuma sekadar bikin film, tapi membangun produksi yang butuh keberlanjutan jangka panjang. Kalau saya cuma bekerja untuk hal yang omong kosong, itu sangat disayangkan. Kasihan masa depan saya nanti," pungkasnya.

(Wartakotalive.com/ Arie Puji Waluyo)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.