India Bangun Bandara Baru di Vizag, Perkuat Pusat Teknologi dan Ekonomi Pesisir Timur
Sanusi August 05, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan operator bandara asal India, GMR membangun bandara internasional di Visakhapatnam, sebuah kota terbesar dan salah satu pusat ekonomi penting di Andhra Pradesh. 

Perdana Menteri India Sri Narendra Modi menyatakan, bandara ini ikut memperkuat upaya pemerintah dalam membangun Vizag (nama lain Visakhapatnam) sebagai pusat teknologi informasi dan ekonomi baru di India. 

“Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja,” kata Modi saat meresmikan Bandara Vizag dikutip Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Perkuat Hubungan Ekonomi India-Indonesia, Operator Bandara GMR Bakal Perluas Investasi di RI  

Chairman Energy & International Airports GMR, Srinivas Bommidala menyatakan, pembangunan bandara ini diharap terus mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India.

“Diperlukan platform penerbangan internasional terpadu untuk mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat. Karena itu, operasi kemitraan mencakup India, Indonesia, dan Filipina, juga Yunani sangat diperlukan,” ujar Bommidala. 

Menurut Bommidala, sebagai salah satu pusat teknologi dan ekonomi penting di pesisir Timur India, perlu ada peningkatan konektivitas, walhasil, wilayah tersebut harus mudah terhubung dengan negara-negara mitra penting bagi India, termasuk Indonesia. 

“Indonesia adalah salah satu negara penting bagi kami, karena itu jika konektivitas langsung tersedia, saya pikir hubungan antara kedua negara akan semakin erat,” ujar Bommidala. 

Bandara Vizag dibangun dengan investasi lebih dari 56,4 miliar rupee atau setara 591 juta dolar AS. GMR membangun bandara ini melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KBU). 

Baca juga: Prabowo Pelajari Keberhasilan India Bangun 40 Juta Rumah untuk Diterapkan di Indonesia

Adapun strategi, operasional, dan penyempurnaan desain Bandara Bhogapuram saat ini merujuk pada evaluasi proyek-proyek greenfield terdahulu di bandara Hyderabad dan Goa. 

Di tengah tahap awal pembicaraan dengan beberapa mitra internasional, GMR menegaskan target besarnya yaitu memosisikan Bhogapuram sebagai salah satu pusat penerbangan kelas dunia yang mampu berhadapan langsung dengan bandara besar di Asia, seperti Bandara Changi Singapura.

Bandara dengan kapasitas 6 juta penumpang per tahun itu dinamai Alluri Sitarama Raju, seorang pejuang India yang melawan Inggris. 

SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer at GMR Group mengatakan, sama seperti Indonesia, di India penamaan bandara merupakan hal yang lazim, misalnya Indira Gandhi di Delhi atau Rajiv Gandhi di Hyderabad. 

“Karena itu, bandara yang baru ini kami namai dengan nama pahlawan. Alluri Sitarama Raju merupakan figur yang tumbuh dan berjuang di wilayah ini. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan atas warisan sejarah lokal yang berdampak nasional," kata SG Kishore, Executive Director and Chief Innovation Officer at GMR Group.

Selain membawa misi ekonomi dan perhubungan, pembangunan bandara yang akan mulai beroperasi pada 17 Agustus 2026 juga membawa misi sejarah. 

“Supaya generasi muda kami mengenal pahlawannya juga termotivasi oleh nilai-nilai perjuangan Raju,” kata Kishore.  

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.