1,5 Bulan Pelaku Kematian Ruly Pejabat Bangkalan Buron, Erlan Ternyata Kuras 1 Kg Emas
Sarah Elnyora Rumaropen August 05, 2026 06:35 PM

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Pengejaran terhadap Erlan, terduga pelaku kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Ruly Yunis Setiawati, hingga kini masih belum membuahkan hasil meski telah berjalan 1,5 bulan.

Pria yang disinyalir sebagai spesialis love scamming tersebut berhasil mengecoh aparat kepolisian setelah beberapa kali lolos dari penyergapan di Tasikmalaya hingga Jakarta.

Tak hanya memicu misteri kematian korban yang jasadnya ditemukan di Bandara Juanda, Erlan diduga kuat juga melarikan perhiasan emas seberat lebih dari 1 kilogram serta uang tunai ratusan juta rupiah milik almarhumah.

Baca juga: 16 Hari Kematian Ruly Masih Buram: Keluarga Resah Polisi Minim Update, Erlan Punya KTP Dampit Malang

Jasad perempuan asal Perumda Gang Flamboyan, Kota Bangkalan itu ditemukan di dalam mobil dinasnya, Toyota Innova M 1090 GP, di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB.

Akan tetapi hingga hari ke-43, Rabu (5/8/2026), kasus tersebut masih menggelinding menjadi misteri yang belum terpecahkan pihak kepolisian. 

Penyelidikan Jalan di Tempat 

Kuasa Hukum keluarga almarhumah, Risang Bima Wijaya mengungkapkan, hingga pekan pertama di bulan Agustus ini perkembangan berkaitan ungkap kasus kematian Ruly masih jalan di tempat, bahkan disebutnya tidak ada perkembangan yang signifikan.

"Tidak ada perkembangan sama sekali, tetap seperti dua atau tiga minggu yang lalu, pelakunya belum tertangkap. Erlan berhasil mengecoh karena beberapa kali dikejar ke titik-titik yang diduga Erlan ada di situ, tidak membuahkan hasil," ungkap Risang.

Nama Erlan kerap disebut Risang dalam setiap kesempatan.

Baca juga: Bangkai KMP Mutiara Sentosa II Tenggelam di Lautan, KNKT Akui Investigasi Kebakaran Maut Bakal Berat

Bahkan profil Erlan sebagai pria terakhir saat bersama Ruly telah dibeberkan Risang di laman media sosial Facebook-nya pada pertengahan Juli 2026 lalu.

Risang menulis dalam postingannya, Erlan merupakan pria kelahiran Parepare 2 Maret 1972, mempunyai satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) 7371100203720009 namun dengan dua Kartu Keluarga (KK). 

Pertama beralamatkan di Komplek Komando Pertahanan (Kowilhan) 3 Mannuruki, Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan alamat kedua di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

"Pengejaran terhadap Erlan hingga ke Tasikmalaya dan Jakarta tetapi zonk (nihil). Bahkan informasinya Mabes Polri turun tangan, jadi bukan Polresta Sidoarjo lagi tetapi sudah Polda Jatim dan Mabes Polri. Ini dipencundangi oleh Erlan, tidak ada perkembangan sampai sekarang," tegas Risang.

Hilangnya 1 Kilogram Emas 

Sosok almarhumah Ruly semasa hidupnya memang dikenal gemar mengenakan perhiasan emas mulai dari kalung, gelang, hingga anting.

Bahkan dalam video berdurasi 33 detik momen kebersamaan dengan Erlan di Alun-alun Kota Batu pada Jumat (19/6/2026), Ruly masih mengenakan perhiasan-perhiasan gelang di lengan tangannya.

"Perhiasan gelang yang dipakai waktu di Alun-alun Batu itu adalah 12 buah gelang renceng. Ketika harga emas masih Rp 800 ribu per gram, itu belinya Rp 160 juta," papar Risang.

Baca juga: Pengejaran Erlan Terduga Pembunuh Ruly Belum DPO, Polisi Sisir 5 Wilayah: Memang Licin Sekali

Video kolase foto-foto kebersamaan Ruly dengan terduga kuat pelaku Erlan itu mulai beredar pada Minggu (28/6/2026) sore, atau lima hari kemudian setelah jasad Ruly ditemukan dalam mobil dinasnya di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo pada Rabu (24/6/2026) siang.

Dalam video berdurasi 33 detik itu, Erlan mengenakan kacamata minus, berkulit putih, dan mengenakan kaos berwarna biru dengan garis tipis warna merah-putih melintang di bagian dada.

Penampilan Erlan sesuai dengan foto pria mengenakan masker dalam foto tangkapan layar rekaman CCTV loket masuk area parkir Juanda pada Sabtu (20/6/2026).

"Kalau Erlan tertangkap, bisa diketahui dan dicocokkan semua surat dan dokumen emas yang ada. Menurut keluarga bisa lebih dari 1 Kilogram emas yang hilang" beber Risang.

"Selain perhiasan emas, kata keluarga ada uang tunai ratusan juta yang hilang. Padahal dipersiapkan almarhumah untuk membeli rumah," lanjutnya. 

Sosok Erlan yang Dikenal Parasit

Almarhumah Ruly disebut Risang merupakan salah satu korban love scamming yang memang menjadi spesialis Erlan untuk menguras harta kekayaan para korbannya, termasuk almarhumah Ruly.

Risang menyatakan, Erlan di tengah pelariannya telah mematikan seluruh jejaring media sosialnya agar pergerakannya tidak mudah terpantau oleh pihak kepolisian yang sedang memburunya.

Baca juga: Alasan Polisi Sulit Ringkus Erlan Terduga Pembunuh Ruly, Ada Efek Viral hingga Jeda Waktu Kematian

Namun diduga kuat Erlan berkelana melalui aplikasi chatting dewasa seperti MiChat atau WeChat.

"Dia tidak punya rumah, gelandangan. Korbannya banyak, ada perempuan satu anak di Jakarta yang sempat ia nikahi dan numpang hidup di situ. Jadi seperti parasit, keliling bawa ransel, sok kaya tapi dia menipu," pungkas Risang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.