Update 43 Hari Kematian Pejabat Bangkalan Masih Misteri, Keluarga Soroti Buronnya Terduga Pelaku
Wiwit Purwanto August 05, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID BANGKALAN - Memasuki hari ke-43 sejak ditemukannya jasad Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, misteri kematiannya belum juga terungkap. Keluarga menilai proses penyelidikan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Kasus yang menyita perhatian publik itu masih terus bergulir setelah jasad Ruly ditemukan di dalam mobil dinasnya di area parkir Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Hingga awal Agustus 2026, keluarga korban masih menanti kepastian hukum atas kematian pejabat tersebut.

Kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), masih menyisakan tanda tanya.

Hingga Rabu (5/8/2026), atau 43 hari setelah jasadnya ditemukan membusuk di dalam mobil dinas Toyota Innova bernomor polisi M 1090 GP di area parkir Bandara Internasional Juanda, pelaku kematian korban belum berhasil diungkap.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan hingga pekan pertama Agustus belum ada perkembangan berarti dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Fakta Baru Perburuan Erlan Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Ruly Yunis, Belum Masuk DPO

"Tidak ada perkembangan sama sekali, tetap seperti 2 atau 3 minggu yang lalu, pelakunya belum tertangkap. Erlan berhasil mengecoh karena beberapa kali dikejar ke titik-titik yang diduga Erlan ada di situ, tidak membuahkan hasil," ungkap Risang.

Menurut Risang, sosok bernama Erlan masih menjadi pihak yang terus dicari aparat penegak hukum.

Ia menyebut upaya pencarian telah dilakukan di sejumlah daerah, namun belum membuahkan hasil.

"Pengejaran terhadap Erlan hingga ke Tasikmalaya dan Jakarta tetapi zonk (nihil). Bahkan informasinya Mabes Polri turun tangan, jadi bukan Polresta Sidoarjo lagi tetapi sudah Polda Jatim dan Mabes Polri. Ini dipencundangi oleh Erlan, tidak ada perkembangan sampai sekarang," tegas Risang.

Sebelumnya, Risang juga mengunggah informasi mengenai identitas Erlan melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut disebutkan Erlan memiliki satu Nomor Induk Kependudukan (NIK), namun tercatat dalam dua Kartu Keluarga (KK) dengan alamat berbeda, yakni di Makassar, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Informasi tersebut merupakan keterangan dari kuasa hukum keluarga dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Petunjuk Baru Keberadaan Erlan Terduga Pembunuh Ruly ASN Bangkalan Terungkap, Nomor HP Terlacak

Keluarga Sebut Emas dan Uang Tunai Milik Korban Hilang

Selain mempertanyakan perkembangan penyelidikan, keluarga juga mengungkap dugaan hilangnya harta benda milik korban.

Risang mengatakan semasa hidup Ruly dikenal gemar mengenakan perhiasan emas, termasuk gelang, kalung, dan anting.

Dalam video yang memperlihatkan kebersamaan korban dengan Erlan di Alun-alun Kota Batu pada 19 Juni 2026, korban masih terlihat mengenakan sejumlah gelang emas.

"Perhiasan gelang yang dipakai waktu di Alun-alun Batu itu adalah 12 buah gelang renceng. Ketika harga emas masih Rp 800 ribu per gram, itu belinya Rp 160 juta," papar Risang.

Menurut keterangan keluarga yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, jumlah perhiasan emas yang diduga hilang diperkirakan mencapai lebih dari satu kilogram.

Selain itu, keluarga juga menyebut terdapat uang tunai ratusan juta rupiah yang tidak ditemukan.

"Kalau Erlan tertangkap, bisa diketahui dan dicocokkan semua surat dan dokumen emas yang ada. Menurut keluarga bisa lebih dari 1 Kilogram emas yang hilang. Selain perhiasan emas, kata keluarga ada uang tunai ratusan juta yang hilang. Padahal dipersiapkan almarhumah untuk membeli rumah," beber Risang.

Risang juga menyampaikan dugaan bahwa Ruly merupakan korban love scamming. Ia mengklaim Erlan diduga memiliki modus mendekati perempuan untuk menguasai harta korban.

"Dia tidak punya rumah, gelandangan. Korbannya banyak, ada perempuan satu anak di Jakarta yang sempat ia nikahi dan numpang hidup di situ. Jadi seperti parasit, keliling bawa ransel, sok kaya tapi dia menipu," pungkas Risang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.