Cegah Hoax dan Perpecahan, FKUB bersama Ormas Jatim Teken Deklarasi Surabaya 2026 demi Jatim Damai
Pipit Maulidya August 05, 2026 07:32 PM

 

SURABAYA, SURYA.CO.ID - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur bersama berbagai Organisasi Pemuda dan Masyarakat (Ormas) resmi menandatangani Pakta Kesepahaman dan Komitmen Bersama untuk menjaga kedamaian di Jawa Timur.

Langkah ini diambil sebagai benteng pertahanan melawan ancaman informasi hoax dan potensi perpecahan di masyarakat.

Acara yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) ini diawali dengan pembacaan Deklarasi Surabaya 2026.

Deklarasi tersebut menegaskan komitmen seluruh elemen untuk memperkuat kohesi sosial serta menjaga persatuan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Perubahan APBD Jatim 2026 Naik Rp 2,6 Triliun, Infrastruktur Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas

Menangkal Hoax di Tengah Tingginya Penetrasi Internet

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya menjaga persatuan di ruang digital.

Mengingat data APJII tahun 2026 menunjukkan tingkat penetrasi internet di Jawa Timur mencapai 83,41 persen—lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 81,72 persen.

“Menjaga persatuan hari ini tentu tidak cukup hanya fisik, tapi bahwa diseminasi informasi ini menjadi sangat penting untuk kita lakukan secara digital,” ucap Khofifah.

Menurutnya, ruang digital adalah tempat masyarakat membentuk cara pandang terhadap persoalan kebangsaan. Oleh karena itu, membangun narasi positif menjadi kunci utama.

“Betapa sangat penting membangun positif thinking. Kritik itu dibutuhkan untuk membangun demokrasi yang sehat, tetapi membangun kebersamaan dan persatuan itu jauh lebih penting,” ujar Gubernur Jatim tersebut.

Memperkuat Harmoni di Bulan Kemerdekaan

Memasuki Bulan Kemerdekaan, Khofifah mengajak masyarakat untuk merawat keanekaragaman budaya dan kekayaan alam sebagai anugerah.

Khofifah mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak berujung pada permusuhan yang merusak stabilitas daerah.

“Oleh karena itu, untuk masuk ke ruang bagaimana membangun harmoni, persatuan, semangat kegotong royongan serta menguatkan semangat heroisme dan nasionalisme di bulan kemerdekaan ini sangat penting sekali,” ajak Khofifah.

Khofifah juga menambahkan bahwa jika tidak dikelola dengan bijak, ruang digital dapat memperlebar jarak sosial.

"Kita ini sudah terbiasa membangun tepo seliro, kegotongroyongan, dan harmoni. Serta semua tetap di dalam semangat membangun NKRI sekaligus membangun demokrasi yang sehat,” tuturnya.

Indeks Kerukunan Jatim Melampaui Rata-Rata Nasional

Komitmen menjaga perdamaian ini didukung oleh fakta kuat di lapangan. Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Jawa Timur tahun 2025 tercatat mencapai 78,31, melampaui angka nasional sebesar 77,89. Selain itu, Indeks Demokrasi Indonesia di Jatim juga mencapai angka impresif 84,05.

Bagi Khofifah, kerukunan bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi untuk menyelesaikan konflik secara damai.

“Kerukunan bukan sekadar tidak adanya konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati saling menjaga dan saling menguatkan. Kerukunan adalah modal utama Jawa Timur dalam merawat Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Khofifah.

'Jogo Jatim' untuk Stabilitas Ekonomi dan Investasi

Lebih lanjut, Gubernur Khofifah mengajak semua pihak mendukung tagline 'Jogo Jatim'. Selain untuk keamanan sosial, kondisi yang kondusif sangat berpengaruh pada ekosistem ekonomi dan minat investor.

“Investasi akan masuk kalau kita bersama-sama menjaga Jawa Timur. Jika tidak maka kemungkinan terjadinya pengangguran itu berpotensi di banyak sektor dan bisa berdampak pada hal yang kita tidak inginkan,” jelasnya.

Menutup arahannya, Khofifah optimistis bahwa Jawa Timur yang damai akan menjadi pilar bagi kedamaian Indonesia secara luas.

“Dengan semangat kebersamaan inilah, kita optimistis Jawa Timur akan semakin kuat, harmonis, dan sejahtera. Sebab, menjaga kerukunan di Jawa Timur sesungguhnya adalah menjaga persatuan Indonesia. Jogo Jawa Timur berarti Jogo Indonesia,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.