TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah kronologi bocah SD perempuan tewas dalam sumur di Angkola Muara Tais, Tapanuli Selatan.
Adapun warga menemukan seorang anak perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur milik warga setempat pada Minggu (2/8/2026).
Lokasinya berada di belakang rumah yang sedang dalam proses pembangunan.
Bocah perempuan diduga merupakan korban kekerasan.
Anton, pemilik rumah mengaku, penemuan jasad bocah enam tahun terjadi di pekarangan rumahnya, tepatnya di dalam sumur yang baru digali.
Saat itu, ia baru saja melakukan syukuran masuk rumah baru.
"Diumumkan warga bahwa ada yang masuk sumur.
Terus saya bilang, pastikan dulu apakah masih hidup. Ternyata korban sudah meninggal," ujar Anton, Selasa siang kemarin.
Baca juga: Prabowo Sering Berpidato Hingga Jadi Sorotan, Fadli Zon: Semata-mata Untuk Kepentingan Rakyat
Diketahui korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri RN dan NH.
RN, ayah korban sangat merasa terpukul mengetahui putri kecilnya tewas mengenaskan dengan kondisi jasad berada di dalam sumur.
Ia mengaku putri kecilnya itu tidak tidur di rumah pada saat malam sebelum ditemukan tewas di dalam sumur warga.
"Putri kami itu tidurnya di sana (rumah dekat TKP).
Kami berharap kepolisian segera mengungkap siapa pelakunya kepada pihak kepolisian," ujar RN.
“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Desmon, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Wali Kota Medan Rico Waas Cek Langsung Program Bedah Rumah, Target 213 RTLH Direhabilitasi
Hasil Autopsi
Pemeriksaan luar dan dalam dari hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan kondisi gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan.
"Meski demikian, kita belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan," terangnya.
Desmon mengatakan penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, mempelajari hasil autopsi, serta mendalami kemungkinan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat merugikan keluarga.
Fokus kami adalah mengungkap fakta secara terang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,"pungkasnya.
(ase/ Tribun-medan.com)