11 Hari di Pinrang, Pedagang Bendera Asal Garut Raup Rezeki dengan Jualan Bendera
Saldy Irawan August 05, 2026 08:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, PINRANG - Pedagang pernak-pernik kemerdekaan kembali meramaikan dan menghiasi setiap sudut Jalan Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 RI. 

Pedagang pernak-pernik Kemerdekaan dapat ditemukan di Jalan Poros Pinrang-Parepare atau Jalan Jend Sudirman, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. 

Salah satunya, Ahmad Sofian, seorang pedagang pernak-pernik kemerdekaan asal Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali mengadu nasib di Bumi Lasinrang ini. 

Ahmad Sofian (27) sengaja datang jauh-jauh dari Garut ke Sulawesi Selatan khusus untuk berjualan pernak-pernik Merah Putih.

Tradisi merantau untuk menjual atribut kemerdekaan di Kabupaten Pinrang ini sudah ia lakoni sejak tahun 2018 lalu.

Ahmad mengaku selalu rutin mendatangi Kabupaten Pinrang setiap memasuki bulan Agustus.

Dalam menjalankan usahanya di Pinrang, Ahmad Sofian tidak seorang diri.

Ia memboyong satu orang rekannya yang juga berasal dari daerah asalnya di Garut.

Selain itu, ia juga memberdayakan satu warga lokal Pinrang yang tertarik mencoba peruntungan berjualan bendera.

Sehingga total tim penjualan bendera Merah Putih di kelompok Ahmad Sofian berjumlah tiga orang.

Seluruh barang dagangan berupa bendera dan atribut kemerdekaan yang ia jual dipasok langsung dari Garut.

Pusat konveksi dan pembuatan bendera Merah Putih tersebut diproduksi secara massal di Kecamatan Leles, Garut.

Beragam jenis atribut pernak-pernik kemerdekaan disediakan secara lengkap di lapak dagangannya.

Produk yang ditawarkan mulai dari aksesoris kendaraan mobil dan motor hingga umbul-umbul dekorasi.

Selain itu, ia juga menyediakan bendera khusus perkantoran, pertokoan, serta bendera untuk perumahan warga.

Untuk dekorasi dan umbul-umbul kantor, ukuran panjangnya bervariasi mulai dari 3 meter hingga 12 meter.

Sementara itu, ukuran bendera Merah Putih khusus kantor dijual mulai dari 1,20 meter hingga 1,80 meter.

Ukuran bendera Merah Putih untuk perumahan warga juga tersedia lengkap dengan berbagai pilihan dimensi.

Harga jual pernak-pernik kemerdekaan tersebut dipatok sangat bervariasi tergantung jenis dan ukurannya.

Aksesoris ukuran paling kecil dibanderol mulai dari harga terjangkau yakni Rp5.000 per buah.

Sedangkan bendera Merah Putih dijual mulai harga Rp5.000 hingga Rp150.000 untuk ukuran paling besar.

Ahmad Sofian mengungkapkan bahwa dirinya telah tiba di Kabupaten Pinrang sejak tanggal 20 Juli lalu.

Setelah mempersiapkan tempat dan barang dagangan, ia resmi menggelar lapaknya pada tanggal 25 Juli.

Lapak Ahmad berada tepat depan Kantor Perum Bulog Cabang Pinrang. 

Hingga saat ini, pemuda asal Garut tersebut tercatat sudah sekitar 11 hari berjualan di Pinrang.

Untuk menekan biaya perjalanan, Ahmad Sofian memilih menempuh jalur transportasi laut menggunakan kapal kayu atau kapal penumpang.

Langkah perjalanan laut tersebut diambil karena tingginya harga tiket pesawat terbang menjelang bulan Agustus.

"Kemarin lewat jalur kapal karena tiket pesawat sedang sangat mahal, jadi memilih jalur darat sementara," kata Ahmad Sofian kepada Tribun-Timur.com, Rabu (5/8/2026). 

Ahmad Sofian bersyukur karena penjualan bendera Merah Putih di Kabupaten Pinrang tahun ini tetap berjalan lancar.

"Untuk saat ini alhamdulillah ada saja yang terjual," ujar Ahmad. 

Ia menjelaskan bahwa tingkat permintaan pembeli saat ini terbilang standar sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Permintaan bendera dan umbul-umbul di Pinrang sejauh ini masih didominasi oleh instansi dan kantor-kantor.

Menurutnya, pada akhir bulan Juli lalu angka penjualan bendera memang cenderung masih sepi pembeli.

Hal tersebut disebabkan masyarakat dan instansi belum terlalu mendesak membutuhkan pasokan bendera baru.

Namun, memasuki tanggal 1 Agustus hingga hari kelima jualan, angka permintaan bendera mulai mengalami peningkatan signifikan.

"Namun sejak tanggal 1 Agustus hingga sekarang, penjualan alhamdulillah mulai banyak," ungkapnya. 

Sejak hari pertama membuka lapak hingga kini, ia sudah berhasil menjual lumayan banyak lembaran bendera.

Diperkirakan total bendera yang sudah laku terjual berkisar antara 50 hingga 100 lembar.

"Ada sekitar 10 bendera lebih, mungkin antara 50 sampai 100 lembar sudah terjual," tuturnya.

Menanggapi beragamnya kesadaran masyarakat dalam memasang bendera Merah Putih, Ahmad Sofian menilai hal itu kembali ke pribadi masing-masing.

Ia melihat ada sebagian masyarakat yang sangat antusias dan kompak memasang bendera secara bersamaan di pemukiman.

Namun di sisi lain, tidak dipungkiri masih ada sebagian warga yang terkesan cuek dalam menyambut suasana kemerdekaan.

"Ada yang fokus memasang bendera secara bersamaan, namun ada juga yang cuek dengan kemerdekaan ini," katanya.

Meskipun sebagian orang merasa belum sepenuhnya merdeka, momentum perayaan 17 Agustus tetap dinilai penting untuk diramaikan bersama.

"Meskipun ada yang merasa kita belum merdeka, sebagian orang tetap merayakan dan meramaikan suasana setahun sekali untuk menyambut 17 Agustus," pungkasnya.

 

Laporan wartawan Tribun-Timur.com/Moh Faizal Lupphy S. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.