TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan melalui pengukuhan Pengurus Masjid Raya Klaten Periode 2026–2031 dan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Klaten Periode 2026–2029 di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Senin (3/8/2026).
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.
Dalam prosesi tersebut, puluhan pengurus Masjid Raya Klaten dan LPTQ berdiri berjajar di hadapan Bupati untuk mengucapkan ikrar dan menerima amanah kepengurusan.
Suasana berlangsung khidmat, mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat syiar Islam dan pembinaan umat di Kabupaten Klaten.
Bupati Hamenang mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta menjadi penggerak berbagai program keagamaan di Kabupaten Klaten.
"Alhamdulillah, selamat kepada sedherek-sedherek yang hari ini dilantik, baik Pengurus Masjid Raya Klaten maupun Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kabupaten Klaten. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Hamenang.
Menurut Hamenang, Masjid Raya Klaten memiliki posisi strategis karena berada di pusat kota sekaligus memiliki nilai historis yang tinggi. Karena itu, fungsi masjid perlu terus diperluas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, pembinaan umat, dan aktivitas sosial keagamaan.
"Harapan kita bersama, Masjid Raya Klaten tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat dakwah dan pengajian masyarakat."
"Dengan lokasinya yang berada di jantung kota, masjid ini memiliki potensi besar menjadi magnet bagi masyarakat untuk datang beribadah sekaligus mengikuti berbagai kegiatan keislaman," katanya.
Ia menekankan, cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pengurus masjid, LPTQ, organisasi keagamaan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Selain penguatan kelembagaan, Hamenang juga memberi perhatian terhadap pembinaan generasi muda.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah menghadirkan kegiatan keagamaan yang mampu menarik minat anak-anak dan remaja agar semakin dekat dengan nilai-nilai Alquran.
"Pondasi yang paling kuat adalah agama. Kalau pondasinya kokoh, maka generasi muda akan memiliki pegangan yang baik dalam menghadapi tantangan zaman."
"Karena itu, Pemerintah Kabupaten Klaten terus berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat meningkatkan keimanan sekaligus membentuk karakter generasi muda," jelasnya.
Ia menilai susunan kepengurusan yang baru telah memadukan pengalaman para tokoh senior dengan semangat generasi muda. Komposisi tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi dalam pengelolaan Masjid Raya Klaten maupun pembinaan tilawah Alquran di Kabupaten Klaten.
Menutup sambutannya, Hamenang berharap Masjid Raya Klaten dan LPTQ dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang religius sekaligus melahirkan generasi Qurani yang berprestasi.
"Saya melihat kepengurusan yang baru ini sangat lengkap, ada yang senior dan juga yang muda sehingga dapat saling melengkapi."
"Semoga ke depan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Klaten menghadirkan masyarakat yang semakin nyaman beribadah sekaligus mencetak generasi yang berprestasi melalui ilmu Alquran," pungkasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)