TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sebanyak 22 pengembang perumahan akan ambil bagian dalam APERSI Property Expo (APEX) 2026 di Mal Panakkukang, Makassar, pada 13–16 Agustus 2026.
Di tengah perlambatan industri properti nasional, pameran tersebut tetap optimistis mampu mencatatkan nilai transaksi hingga Rp60 miliar sekaligus mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
Optimisme itu mengemuka dalam technical meeting peserta APEX 2026 yang digelar DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan di Hotel Swiss-Bel Makassar, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPD APERSI Sulsel Yasser Latief, Ketua Panitia APEX 2026 Akbar Yusuf, Sekretaris APERSI Sulsel Irwan Hasan, Ketua Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK) APERSI Sulsel Darwis Daeng Nai, Bendahara Sulkifli Ishak Djarre, serta puluhan pengembang dan sponsor.
Ketua DPD APERSI Sulsel Yasser Latief mengatakan APEX 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi dan penjualan rumah, tetapi juga wadah memperkuat sinergi seluruh ekosistem perumahan dalam mendukung target pembangunan 3 juta rumah.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengembang, perbankan, produsen dan distributor material bangunan, hingga toko material.
"Yang terlibat di dalam kegiatan APERSI ini adalah seluruh ekosistem perumahan, mulai dari developer, toko material, produsen material, perbankan, dan lainnya. Tujuannya agar target 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah bisa tercapai dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Yasser.
Ia menjelaskan Mal Panakkukang dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki daya jangkau tinggi terhadap masyarakat. Berdasarkan hasil kajian panitia, pusat perbelanjaan tersebut dinilai strategis untuk mempertemukan pengembang dengan calon konsumen.
Yasser menegaskan, meski setiap peserta memiliki target bisnis masing-masing, semangat utama yang dibangun adalah kolaborasi agar seluruh pihak memperoleh manfaat sekaligus mendukung program pemerintah di sektor perumahan.
"Kita ingin menyatukan persepsi seluruh pihak yang terlibat sehingga target masing-masing dapat tercapai. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan manfaat bagi semua," ujarnya.
Mengusung tema "Mewujudkan Merdeka Punya Rumah", APERSI mengajak pengembang, tenaga pemasaran, perbankan, dan seluruh mitra memanfaatkan momentum pameran untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas akses masyarakat memiliki hunian.
Sementara itu, Ketua Panitia APEX 2026 Akbar Yusuf mengungkapkan pameran tahun ini akan diikuti sekitar 22 developer anggota APERSI Sulsel yang menempati total 36 stan bersama sponsor perbankan dan perusahaan penyedia material bangunan.
Selain menghadirkan berbagai proyek perumahan subsidi maupun komersial, APEX 2026 juga akan diramaikan dengan talkshow dan edukasi seputar pembelian rumah, skema pembiayaan, hingga informasi program pemerintah di sektor perumahan.
Akbar mengakui kondisi pasar properti nasional saat ini masih mengalami tekanan dengan penjualan yang turun sekitar 24 persen. Namun, panitia tetap optimistis pameran mampu membukukan transaksi dalam jumlah signifikan.
"Penjualan properti secara nasional memang sedang mengalami penurunan sekitar 24 persen. Karena itu kami tidak memasang target terlalu tinggi. Insyaallah kami menargetkan nilai transaksi sekitar Rp60 miliar, baik untuk rumah subsidi maupun komersial," ujar Akbar.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, sehari sebelum pembukaan APEX 2026, Ketua Umum DPP APERSI Dedy Indra Setiawan dijadwalkan meninjau sejumlah proyek perumahan milik anggota APERSI di Sulawesi Selatan.
Pameran akan berlangsung selama empat hari, mulai 13 hingga 16 Agustus 2026.
Panitia juga telah mengundang perwakilan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Makassar untuk menghadiri pembukaan.
Akbar menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian PKP sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional di sektor perumahan. Bahkan, Menteri PKP telah menerima undangan dan diharapkan dapat hadir apabila agenda kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan memungkinkan.