Mengintip Dapur Kreatif LAKON Indonesia, Laboratorium Fashion Pengolah Wastra Nusantara
Pramita Tristiawati August 05, 2026 08:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - LAKON Indonesia terus memperluas cara menghadirkan wastra Nusantara melalui karya fashion yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tapi juga proses kreatif di baliknya. Di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, jenama mode itu membuka ruang yang menjadi tempat eksplorasi desain.

Bangunan Teras LAKON dirancang dengan suasana yang nyaman dan terbuka. Area lantai dasar difungsikan sebagai butik yang menampilkan berbagai koleksi brand tersebut, mulai dari rancangan terdahulu hingga koleksi terbaru yang merepresentasikan perjalanan kreatif brand tersebut.

Memasuki lantai berikutnya, pengunjung dapat melihat ruang kerja yang menjadi tempat tim LAKON mengembangkan ide-ide fashion. Berbagai sketsa desain, papan inspirasi, serta proses perancangan busana terpajang layaknya sebuah laboratorium kreatif.

Koleksi busana LAKON Indonesia yang dipamerkan di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, 4 Agustus 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)
Koleksi busana LAKON Indonesia yang dipamerkan di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, 4 Agustus 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Area tersebut memberikan gambaran bagaimana sebuah konsep diterjemahkan menjadi karya yang siap tampil di panggung mode. Salah satu koleksi yang mendapat perhatian adalah HARSA, karya yang sebelumnya dipresentasikan dalam JF3 Fashion Festival 2026.

Founder LAKON Indonesia, Thresia Mareta, bahkan memberikan kesempatan pada pengunjung untuk melihat dan menyentuh langsung koleksi tersebut. Bagi dia, setiap karya yang lahir dari jenamanya bukan hanya sekadar produk fashion yang diperjualbelikan.

Setiap busana juga menjadi medium untuk berbagi pengetahuan mengenai proses kreatif, teknik pengerjaan, serta kekayaan wastra Indonesia.

"Fashion show kemarin itu adalah bagian dari koleksi yang lebih besar sebenarnya. Yang kami tampilkan di sini adalah sebuah visi dan hasil dari eksperimen yang dilakukan di LAKON. Kalau dilihat di sini mungkin tekniknya benar-benar sudah lebih jauh daripada apa yang kami launching di toko biasanya," ungkap Thresia di Tangerang, Selasa, 4 Agustus 2026.

Batik Tulis dalam Beragam Eksplorasi Material

Koleksi busana LAKON Indonesia yang dipamerkan di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, 4 Agustus 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)
Koleksi busana LAKON Indonesia yang dipamerkan di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, 4 Agustus 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Melalui ruang tersebut, LAKON memperlihatkan dua sisi karyanya. Sebagian koleksi hadir dengan pendekatan yang lebih mudah dikenakan sehari-hari, sementara karya lainnya menonjolkan eksplorasi teknik dan detail pengerjaan yang menjadi identitas mereka.

Salah satu sudut menarik di Teras LAKON adalah lemari yang menyimpan berbagai eksplorasi batik pada beragam jenis kain. Thresia memperlihatkan koleksi batik yang dibuat menggunakan bahan katun voal dengan ukuran menyerupai hijab square.

"Kalau dilihat di sini, koleksi bahan batiknya lebih variatif. Ada batik di voal, bahan katun voal, ini katun primis biasa, dan ini di katun jacquard. Sengaja ditaruh di sini supaya bisa dilihat dan dipegang," jelasnya.

Thresia menegaskan, setiap kain tersebut dibuat melalui proses batik tulis, bukan hasil cetak digital. Untuk menghasilkan koleksi tersebut, mereka bekerja sama dengan para perajin batik yang ditemui langsung di Pekalongan.

 

Mengenalkan Harsa Lewat Bahasa Desain Modern

Koleksi busana LAKON Indonesia yang dipamerkan di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, 4 Agustus 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)
Koleksi busana LAKON Indonesia yang dipamerkan di Teras LAKON di kawasan Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, 4 Agustus 2026. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Selain batik, LAKON juga menunjukkan pengembangan teknik bordir yang semakin kompleks. Berbeda dari eksplorasi sebelumnya, teknik terbaru menghadirkan bordir dua sisi dengan pengerjaan yang presisi sehingga menghasilkan tampilan yang rapi dari bagian luar maupun dalam busana.

"Kalau dilihat di 2023 kami mengembangkan bordir, dipresentasikan di koleksi The Tailor's Tale saat itu di The Lakon. Ini sudah levelnya berbeda lagi, sudah naik lagi. Dua muka dengan bordir yang sempurna, tidak ada ruang untuk kesalahan, tapi dari bordir selalu bagus," ujar Thresia.

Koleksi HARSA menjadi kelanjutan perjalanan kreatif LAKON Indonesia setelah sebelumnya mengeksplorasi pendekatan streetwear melalui koleksi Urub. Kali ini, mereka menghadirkan siluet yang lebih lembut, ringan, dan elegan dengan konsep yang dirancang untuk kebutuhan daily wear hingga daily wear deluxe.

 

HARSA

LAKON mempersembahkan koleksi
LAKON mempersembahkan koleksi

Nama HARSA sendiri merepresentasikan kebahagiaan yang ditemukan dalam setiap proses kreatif. Thresia melihat perjalanan membangun LAKON Indonesia selama delapan tahun sebagai rangkaian eksperimen, tantangan, dan kolaborasi yang menghasilkan karya bernilai.

"Selama membangun LAKON Indonesia, saya belajar bahwa kebahagiaan itu hadir justru dalam setiap proses yang kami jalani. Ketika berdiskusi, bereksperimen, menyelesaikan berbagai tantangan, hingga melihat hasilnya yang terus berkembang," ujar Thresia.

Sebanyak 36 busana dalam koleksi HARSA menjadi bukti bagaimana karya tangan Indonesia terus berkembang melalui bahasa desain yang modern dan relevan. Koleksi tersebut juga menjadi bentuk apresiasi pihaknya terhadap para perajin, mulai dari pembatik, pembordir, hingga penjahit yang terlibat dalam setiap tahap penciptaan.

"Setiap busana yang dihadirkan menjadi representasi dari dedikasi dan keterampilan tangan-tangan yang terlibat di setiap prosesnya," tutup Thresia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.