HUT ke-81 RI, Jalan Dusun di Karanganyar Disulap Jadi Hamparan Motif Batik
Ryantono Puji Santoso August 05, 2026 09:32 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Jalan di lereng Gunung Lawu, tepatnya di RW 3, Dusun Mener, Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, kembali dicat warna-warni menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Berbeda dengan tahun lalu, kali ini jalan dusun tersebut dicat dengan motif batik.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com di lokasi pada pukul 15.40 WIB, tampak warga RW 3 berada di jalan tersebut.

Mereka terlihat tengah fokus mengecat jalan menggunakan cat tembok.

Tampak, warga dari kalangan muda hingga tua ikut mengecat jalan tersebut.

Mereka mengecat jalan dengan nuansa warna-warni dan beragam bentuk.

Mulai dari pola segitiga hingga gambar kartun Mickey Mouse dan Donald Duck menghiasi jalanan tersebut.

Selain itu, terdapat motif batik dan permainan ular tangga yang turut dicat di sepanjang jalan.

Tampak dua motif batik menghiasi jalan aspal tersebut, yakni Parang dan Kawung.

Diketahui, pengecatan jalan ini dilakukan oleh pemuda-pemudi RW 3, Dusun Mener, Desa Segorogunung.

Butuh 10 Hari Pengecatan

Suparmo Ledeng (47), penggerak pemuda-pemudi RW 3, Dusun Mener, Desa Segorogunung, mengatakan pengecatan jalan tersebut membutuhkan 21 pail cat atau sekitar 450 kilogram.

"Dalam pengecatan ini membutuhkan waktu 10 hari," kata Suparmo saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (5/8/2026).

Suparmo mengatakan jalan dusun tersebut dihias menggunakan dua motif batik, yakni Parang dan Kawung.

Ia menuturkan, konsep dua motif batik itu dipilih sebagai upaya melestarikan batik sebagai budaya bangsa.

Baca juga: Dari Solo ke Jakarta, Jokowi Hadiri Upacara HUT RI di Istana, PDIP Ungkap Alasan Megawati Absen

"Tahun lalu kami mengecat permainan anak dan batik. Tahun ini kami usung batik semua, uri-uri budaya. Ini sedikit berbeda. Kami tetap mengecat ular tangga karena tahun lalu viral," katanya.

Ia mengatakan, warga yang terlibat dalam pengecatan mencapai sekitar 15 hingga 30 orang.

Masyarakat mulai bergotong royong mengecat jalan seusai azan Zuhur hingga menjelang azan Magrib.

"Yang ikut mengecat mulai anak muda, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Semuanya ikut serta," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.