Ayah Terpukul Putrinya yang Masih SD Ditemukan Tewas dalam Sumur, Ada Tanda Kekerasan
Robertus Didik Budiawan Cahyono August 05, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sumatera Utara - Seorang ayah di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara merasa terpukul karena putrinya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur.

Baca juga: 3 Bocah Kakak Adik di Tapanuli Selatan Ditemukan Tewas Dalam Sumur Persawahan

Apalagi ditemukan adanya tanda kekerasan pada bocah SD yang jasadnya ditemukan di dalam sumur itu. 

Tanda kekerasan ini berdasar hasil autopsi yang dilakukan pihak RSUD Sipirok. Polisi belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga di dalam sumur, Minggu (2/8/2026) di Kecamatan Angkola Muara Tais, Tapanuli Selatan.

Lokasi sumur berada di belakang rumah yang sedang dalam proses pembangunan.

Anton, pemilik rumah mengaku, penemuan jasad bocah enam tahun terjadi di pekarangan rumahnya, tepatnya di dalam sumur yang baru digali.

Saat itu, ia baru saja melakukan syukuran masuk rumah baru. "Diumumkan warga bahwa ada yang masuk sumur. Terus saya bilang, pastikan dulu apakah masih hidup. Ternyata korban sudah meninggal," ujar Anton, Selasa siang kemarin.

Diketahui korban merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan suami istri RN dan NH. Ia masih duduk di kelas satu sekolah dasar (SD).

RN, ayah korban sangat merasa terpukul mengetahui putri kecilnya tewas mengenaskan dengan kondisi jasad berada di dalam sumur. 

Ia mengaku putri kecilnya itu tidak tidur di rumah pada saat malam sebelum ditemukan tewas di dalam sumur warga.

"Putri kami itu tidurnya di sana (rumah dekat TKP). Kami berharap kepolisian segera mengungkap siapa pelakunya kepada pihak kepolisian," ujar RN dikutip dari Tribun-Medan.com.

“Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, termasuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan medis dan keterangan para pihak yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujar Desmon, Selasa (4/8/2026).

Kronologi

Peristiwa itu berawal pada Minggu (2/8/2026) siang, ketika warga menemukan seorang anak perempuan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur milik warga setempat.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke rumah duka.

Namun, pihak keluarga kemudian meminta agar jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Desmon mengatakan permintaan tersebut disampaikan karena keluarga merasa terdapat sejumlah hal yang perlu dipastikan terkait penyebab kematian korban.

Pada Senin (3/8/2026) keluarga korban mendatangi Polsek Batang Angkola untuk melaporkan peristiwa tersebut.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Batang Angkola memerintahkan Kanit Reskrim bersama personel lainnya untuk mendatangi RSUD Pintu Padang guna melakukan pengecekan awal.

"Dari hasil pengecekan, polisi memastikan jenazah telah berada di RSUD Pintu Padang setelah sebelumnya diantar oleh masyarakat. Atas permintaan keluarga, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Sipirok untuk dilakukan autopsi," ungkap Desmon. 

Desmon menjelaskan, hasil pemeriksaan medis menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Hasil Autopsi

Pemeriksaan luar dan dalam dari hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, penyebab kematian disebut berkaitan dengan kondisi gagal napas akibat masuknya cairan ke saluran pernapasan.

"Meski demikian, kita belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab sebelum seluruh rangkaian penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan," terangnya.

Desmon mengatakan penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, mempelajari hasil autopsi, serta mendalami kemungkinan adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang dapat merugikan keluarga. Fokus kami adalah mengungkap fakta secara terang dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan," pungkasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.