Libatkan 285 Jenazah, Ngaben Massal di Lampung Bakal Jadi yang Terbesar
Daniel Tri Hardanto August 05, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Ngaben Massal di Desa Balinuraga tahun ini bakal menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, di mana 285 jenazah akan diberangkatkan pada 7 Agustus 2026.

Baca juga: Polsek Banjit Polda Lampung Imbau Warga Jaga Kondusifitas dalam Rangkaian Ngaben

Di balik kemegahan prosesi Ngaben Massal yang akan digelar di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, tersimpan makna mendalam yang terus diwariskan masyarakat Hindu dari generasi ke generasi.

Bagi warga Balinuraga, Ngaben Massal bukan sekadar tradisi adat, melainkan wujud bakti seorang anak kepada orang tua dan leluhur yang telah melahirkan, membesarkan, serta mewariskan kehidupan.

Nilai tersebut terus dijaga sebagai identitas budaya masyarakat Hindu di desa tersebut.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, Ngaben Massal di Balinuraga menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaannya.

Sebanyak 153 jenazah dewasa dan 132 jenazah anak dijadwalkan mengikuti puncak prosesi pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Kepala Desa Balinuraga, Made Suwede, mengatakan tradisi ngaben massal telah berlangsung selama puluhan tahun dan digelar setiap tiga tahun sekali.

Meski tidak mengetahui secara pasti awal pelaksanaannya, ia memperkirakan tradisi tersebut telah diselenggarakan lebih dari 15 kali.

"Tahun ini menjadi Ngaben Massal terbesar yang pernah kami laksanakan. Sebanyak 153 jenazah dewasa dan 132 jenazah anak akan diberangkatkan secara massal pada puncak acara tanggal 7 Agustus nanti," kata Made Suwede, Rabu (5/8/2026).

Menurut Made, filosofi utama Ngaben bukan terletak pada kemegahan prosesi, melainkan penghormatan terakhir kepada leluhur sebagai bentuk bakti anak kepada orang tua.

"Ngaben merupakan bentuk bakti kita sebagai anak kepada leluhur yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Harapannya, generasi muda selalu menghormati dan mengingat jasa para leluhur karena dari merekalah kehidupan ini berasal," ujarnya.

Kemegahan penyelenggaraan tahun ini juga terlihat dari pembangunan bade atau menara tempat prosesi pemberangkatan jenazah yang memiliki tinggi sekitar 24 meter.

Made tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dibuat masyarakat Balinuraga sebagai simbol penghormatan terakhir kepada para leluhur.

Menariknya, Ngaben Massal di Lampung juga diikuti umat Hindu dari berbagai daerah, seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, hingga Bali.

Partisipasi peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan eratnya ikatan persaudaraan umat Hindu yang terus terjalin melalui pelestarian tradisi adat.

Persiapan Ngaben Massal telah dimulai sejak 14 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga 10 Agustus 2026. 

Seluruh tahapan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan tokoh adat, pemuka agama, serta masyarakat setempat.

Made mengatakan, semangat kebersamaan menjadi nilai utama yang terus dijaga dalam setiap pelaksanaan Ngaben Massal.

"Yang paling penting dalam pelaksanaan Ngaben Massal ini adalah semangat kebersamaan. Kami melaksanakannya dengan tulus, ikhlas, tanpa mengharapkan pamrih. Semoga nilai-nilai ini terus diwariskan kepada generasi berikutnya," tuturnya.

Di tengah arus modernisasi, Ngaben Massal tetap menjadi warisan budaya yang hidup di Desa Balinuraga.

Selain menjaga tradisi leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur bagi generasi muda, sekaligus memperkuat daya tarik Balinuraga sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lampung Selatan yang kaya akan nilai spiritual, gotong royong, dan kebersamaan.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.