Jesse Bisiwu: Semua yang perlu Anda ketahui tentang wonderkid terbaru Barcelona
Hendra Wijaya August 05, 2026 09:13 PM

Barcelona melakukan tiga perekrutan yang mencuri perhatian pada bursa transfer musim panas ini, tetapi tidak ada yang lebih memancing rasa penasaran dibanding Jesse Bisiwu.

Winger Belgia berusia 18 tahun itu datang dari Club Brugge dengan biaya awal sekitar €8.5 juta, dan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun hingga 2031.

Meski rencananya ia akan tampil secara reguler untuk Barça Atlètic, ia juga akan langsung berlatih bersama tim utama asuhan Hansi Flick sejak hari pertama, sebuah tanda jelas betapa tinggi klub menilai potensinya.

Jadi, siapa sebenarnya Jesse Bisiwu, dan mengapa Barcelona memutuskan berinvestasi padanya?

Lahir di Belgia dari keturunan Ghana, Bisiwu bergabung dengan Club Brugge dari Oud-Heverlee Leuven pada 2020 dan dengan cepat memantapkan dirinya sebagai salah satu prospek penyerang paling menjanjikan di negaranya.

Perkembangannya melesat pesat ketika ia menandatangani kontrak profesional pertamanya pada usia baru 15 tahun, sebelum menjalani debut untuk Club NXT, yang membuatnya menjadi salah satu pemain termuda yang pernah tampil dalam struktur sepak bola profesional Belgia.

Walaupun ia tidak pernah mencatatkan penampilan kompetitif bersama tim utama Club Brugge, performanya di level sepak bola usia muda sukses menarik perhatian klub-klub terbesar di Eropa.

Ia tampil sangat mengesankan khususnya di UEFA Youth League, membantu tim Belgia itu mencapai final dan memperlihatkan kualitas yang menarik perhatian Deco.

Penampilannya bersama tim nasional kelompok usia Belgia juga memperlihatkan besarnya potensi yang ia miliki.

Bisiwu pada dasarnya adalah pemain sayap kiri, tetapi kaki terkuatnya adalah kaki kanan dan secara alami ia suka menusuk ke dalam untuk memanfaatkan kaki dominannya.

Ia juga sama mampunya bermain dari sisi kanan, memberi para pelatih fleksibilitas taktis yang berharga.

Dengan tinggi sekitar 1,85 meter, ia tidak cocok dengan gambaran tradisional winger kecil yang lincah dan penuh trik.

Sebaliknya, ia memadukan fisik yang mengesankan dengan akselerasi eksplosif dan langkah panjang yang membuatnya sulit dihentikan begitu ia mulai melaju.

Kekuatan terbesarnya langsung terlihat hanya dari beberapa cuplikan permainannya: kemampuan satu lawan satu level elite, kecepatan eksplosif, dribel langsung ke depan, permainan menyerang tanpa rasa takut, kemampuan menggunakan kedua kaki di sepertiga akhir lapangan, serta kemampuan membawa bola dengan kuat saat transisi.

Berbicara setelah bergabung dengan Barcelona, Bisiwu menggambarkan dirinya seperti ini: “Saya menikmati bermain sepak bola. Saya suka bola berada di kaki saya dan melewati pemain dalam situasi satu lawan satu.”

Ia juga mengungkapkan bahwa mantan bintang besar Barça Neymar Jr. adalah idolanya sejak kecil, dan menyebut Raphinha sebagai salah satu pemain Barcelona saat ini yang paling ia kagumi.

Perekrutan ini sangat cocok dengan strategi rekrutmen Deco belakangan ini.

Alih-alih memburu superstar yang sudah jadi, Barcelona berinvestasi besar pada pemain-pemain muda dengan plafon potensi tinggi seperti Roony Bardghji, Hamza Abdelkarim, Juwensley Onstein, dan talenta-talenta berkembang lainnya yang bisa dibentuk di dalam sistem klub.

Bisiwu menawarkan sesuatu yang kadang kurang dimiliki Barcelona: ledakan kecepatan yang benar-benar nyata dari area sayap. Ia adalah penggiring bola alami di sisi kiri.

Membayangkan dirinya dan Lamine Yamal mengisi dua sisi sayap menjadi prospek yang menakutkan jika dilihat dari gambaran jangka panjang.

Ia seharusnya bisa melengkapi pemain-pemain teknis seperti Dani Olmo dan Pedri dengan sangat baik dalam sistem ini, sekaligus memberi senjata tambahan saat menghadapi blok pertahanan rendah. Profil fisiknya juga membuatnya sangat cocok dengan sepak bola intensitas tinggi ala Flick.

Pelatih asal Jerman itu menuntut pressing agresif, sprint berulang, dan transisi cepat, yang semuanya merupakan area di mana Bisiwu sudah terlihat nyaman.

Dalam jangka pendek, ekspektasi tetap harus realistis. Barcelona memandang Bisiwu sebagai investasi jangka panjang, bukan starter instan.

Ia kemungkinan akan didaftarkan bersama tim cadangan, setidaknya untuk musim ini, sambil tetap mendapat kesempatan bersama tim utama kapan pun dibutuhkan.

Namun, di Barcelona, peluang bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Flick tidak pernah takut mempromosikan pemain muda ke tim utama jika mereka sudah siap, dan Bisiwu sendiri sudah mengatakan bahwa ia akan melakukan apa pun yang diinginkan sang pelatih untuk memantapkan posisinya.

Sikap tersebut, dipadukan dengan kecepatannya, rasa percaya dirinya, dan potensi besarnya, menjelaskan mengapa Barcelona yakin mereka mungkin telah mengamankan salah satu calon bintang terobosan berikutnya dari sepak bola Belgia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.