Kejuaraan Dunia 2026 - Cuma di Tunggal Putra Bisa Terjadi All Indonesian Final, Peta Lawan Terkuat Jonatan dan Alwi
Ardhianto Wahyu August 06, 2026 12:33 AM

PBSI
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Alwi Farhan, pada semifinal Korea Open 2025 di Suwon Gymnasium, Sabtu (27/9/2025).

BOLASPORT.COM - Sudah lama Indonesia tidak meraih sukses di Kejuaraan Dunia. Akan tetapi, kalau boleh bermimpi tinggi untuk melihat pertempuran sesama wakil di final, peluangnya hanya ada satu.

Sebelas pemain/pasangan bulu tangkis Indonesia telah mendapatkan jalur yang harus dilewati masing-masing di Kejuaraan Dunia 2026 setelah undian pada Rabu (5/8/2026).

Dari kelima sektor yang diikuti pebulu tangkis, jalan yang paling aman dari perang saudara berada di tunggal putra.

Jonatan Christie dan Alwi Farhan terpisah di jalur yang berbeda. Artinya, mereka baru bisa saling berhadapan di final.

Tentunya, ada kata kalau. Pertama-tama mereka harus lebih dahulu melewati tantangan di jalur masing-masing yang jauh dari kata mudah.

Alwi Farhan sudah harus bersiap menghadapi bos terakhir kalau lolos ke babak 16 besar.

Pasalnya, salah satu lawan yang bisa mengadangnya di sana adalah Shi Yu Qi (China), si Nomor Satu sekaligus juara bertahannya.

Bagaimana dengan Jonatan? Dengan statusnya sebagai unggulan ketiga, lawan dengan peringkat lebih tinggi baru akan dihadapinya mulai semifinal.

Akan tetapi, hasil laga tak pernah ditentukan peringkat dan trofi. Persaingan di babak-babak awal bisa tidak mudah bagi Jojo karena ada dua mimpi buruknya.

Yang paling dekat adalah Lin Chun-Yi (Taiwan) yang akan datang sebagai juara All England.

Lin selalu berhasil mengalahkan Jonatan dalam tiga pertemuan terakhir dan selalu straight game, dua di antaranya di babak 16 besar, babak di mana mereka bisa bersua kali ini.

Kalau berhasil melangkah lebih jauh, berikutnya giliran Victor Lai (Kanada) yang masuk dalam daftar calon lawan berdasarkan bagan pertandingan.

Jonatan belum menemukan obat dari sosok yang telah membuktikan bahwa dirinya bukan one hit wonder pasca-nyaris lolos ke final Kejuaraan Dunia tahun lalu.

Tahun ini Jonatan telah kalah dua kali dari Lai, yaitu di final Indonesian Open dan perempat final China Open. Dua-duanya juga melalui straight game.

Perlu dicatat lolos dari perempat final sudah akan menjadi pencapaian karena pemenang emas Kejuaraan Asia dan Asian Games ini selalu mentok di sana saat pentas dunia.

Adapun di semifinal, potensi terberat adalah Kunlavut Vitidsarn (Thailand) selaku unggulan kedua, di samping duo jagoan Prancis: Christo Popov dan Alex Lanier.

Dulu lebih sering menang, Jojo telah dikunci Vitidsarn dalam empat perjumpaan sejak Kejuaraan Dunia pada tahun lalu.

Soal rekor pertemuan, peluang Alwi justru lebih besar saat menghadapi potensi ancaman dalam diri Shi Yu Qi (China), Chou Tien Chen (Taiwan), dan Anders Antonsen (Denmark).

Alwi memenangkan pertemuan terakhir dengan Shi dan Chou. Adapun dengan Antonsen, Alwi seimbang dengan 1 kemenangan dan 1 kekalahan rubber game.

"Saya di sini bukan menjadi unggulan pada Kejuaraan Dunia, tetapi tidak menutup kemungkinan kalau saya bisa melaju jauh," ujar Alwi percaya diri.

"Pastinya saya sangat mempersiapkan diri untuk bisa tampil terbaik karena Kejuaraan Dunia sangat bergengsi. Beberapa bulan ini saya akan menghadapi turnamen besar."

"Jadi, saya akan sangat berusaha dalam persiapan dan bagaimana hasilnya nanti, saya tidak mau menyesali karena ketika di latihan saya sudah mengerahkan semua kemampuan."

PEMETAAN LAWAN TERKUAT DI SETIAP BABAK KEJUARAAN DUNIA 2026

Alwi Farhan (Unggulan Ke-11)

  • 64 Besar: Yoo Tae-bin (Korea Selatan)*
  • 32 Besar: Le Duc Phat (Vietnam)
  • 16 Besar: Shi Yu Qi (China/1)
  • Perempat final: Chou Tien Chen (Taiwan/8)
  • Semifinal: Anders Antonsen (Thailand/4)
  • Final: Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)

Jonatan Christie (Unggulan Ke-3)

  • 64 Besar: Matthias Kicklizt (Jerman)*
  • 32 Besar: Jia Heng Jason Teh (Singapura)
  • 16 Besar: Lin Chun-Yi (Taiwan/12)
  • Perempat final: Victor Lai (Kanada/7)
  • Semifinal: Kunlavut Vitidsarn (Thailand/2)
  • Final: Shi Yu Qi (China/1)

*) Lawan pasti di babak pertama.

All Indonesian Final merupakan keajaiban. Tak cuma langka, peristiwa ini sudah lama sekali tidak terjadi di Kejuaraan Dunia.

Final sesama wakil Indonesia terakhir di ajang mayor ini terjadi pada 1993 alias 33 tahun yang lalu antara Joko Suprianto dan Hermawan Susanto.

Tugas Alwi dan Jonatan untuk mewujudkannya jelas sangat-sangat sulit, tetapi jangan pernah mengatakan mustahil.

Perjuangan mereka dan para pembawa harapan Tanah Air lainnya di Kejuaraan Dunia 2026 akan berlangsung pada 17-23 Agustus 2026 di New Delhi, India.

ALL INDONESIAN FINAL DI KEJUARAN DUNIA

  • Malmo 1977 - MD: Tjun Tjun/Johan Wahjudi vs Ade Chandra/Christian Hadinata
  • Jakarta 1980 - MS: Rudy Hartono vs Liem Swie King
  • Jakarta 1980 - WS: Verawaty Fadjrin vs Ivana Lie
  • Jakarta 1980 - MD: Ade Chandra/Christian Hadinata vs Rudy Heryanto/Hariamanto Kartono
  • Copenhagen 1983 - MS: Icuk Sugiarto vs Liem Swie King
  • Birmingham 1993 - MS: Joko Suprianto vs Hermawan Susanto
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.