Persaingan Gelar Juara MotoGP akan Ditentukan Kemampuan Pembalap, Marquez dan Ogura Pegang Momentum
Ardhianto Wahyu August 06, 2026 12:33 AM

ANDREAS SOLARO/AFP
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, kembali setelah menemukan biang kerok masalah lengan yang bisa mendadak lemah. Setelah operasi pada Mei lalu, sang juara bertahan menghidupkan lagi peluangnya.

BOLASPORT.COM - Perburuan gelar juara pada MotoGP 2026 lebih ketat dari sebelum-sebelumnya. Persaingan dua kuda pacu di tingkat pabrikan mencapai titik di mana lebih banyak pembalapnya untuk berbicara di sisa separuh musim.

Persaingan pada tahun ini berpusar di antara pasukan Ducati dan Aprilia dengan Pedro Acosta dari KTM menjadi pencilan.

Gap lima pembalap teratas tak sampai 24 poin jauhnya, lebih sedikit daripada 25 poin yang bisa diraih dalam balapan utama. Tak pernah seketat ini sejak era MotoGP dimulai pada 2002.

Sementara jika diperpanjang hingga delapan pembalap teratas (yang komposisinya 4 Aprilia, 3 Ducati, dan 1 KTM), gapnya hanya 65 poin.

Itu juga secara matematis di bawah total poin maksimal untuk 2 seri balap yaitu 74. Adapun kejuaraan masih menyisakan 11 seri.

KLASEMEN SEMENTARA
Pos Pembalap Tim Motor Poin
1 Jorge Martin Aprilia Racing Aprilia 208
2 Ai Ogura SuperFile Trackhouse Aprilia 194
3 Marc Marquez Ducati Lenovo Ducati 190
4 Marco Bezzecchi Aprilia Racing Aprilia 186
5 Fabio Di Giannantonio Pertamina Enduro VR46 Ducati 184
6 Raul Fernandez SuperFile Trackhouse Aprilia 159
7 Pedro Acosta Red Bull KTM Factory KTM 148
8 Francesco Bagnaia Ducati Lenovo Ducati 143
         

Salah satu aspek yang menambah seru persaingan adalah bagaimana Aprilia telah meningkatkan level mereka.

Pabrikan Noale mencapai titik dominasi ala Ducati dalam beberapa tahun terakhir ketika tak cuma pembalap tim pabrikan mereka yang bisa menang tetapi juga dari tim satelitnya.

Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, pun merasa situasi ini tidak akan berubah sampai akhir tahun yang sekaligus menandai akhir dari era motor purwarupa 1000cc di MotoGP.

"Saya pikir motor-motornya punya performa yang seimbang dan, menurut saya, ini tidak akan berubah sampai akhir tahun," ucap Tardozzi, dilansir dari Sky Sport Italia.

"Di beberapa sirkuit seperti Silverstone, Aprilia akan sedikit lebih diunggulkan daripada kami, sedangkan di trek lainnya kami mungkin jadi favoritnya."

"Jadi saya pikir saat ini motornya seimbang, sementara pembalapnya lah yang akan membuat perbedaan," tambahnya.

Satu hal yang bisa menjadi penentu di sisa musim adalah konsistensi.

Salah satu alasan kenapa grup atas klasemen begitu ketat adalah karena semua bisa melejit tetapi juga mengalami momennya naik dan turun, entah karena apes atau blunder.

Kalaupun ada yang stabil seperti Di Giannantonio, puncak performa yang jarang menyentuh posisi atas (plus gagal finis saat seharusnya panen poin di Jerman) menghambatnya.

Di sisi lain, ada Duo Bezzecchi dan Martin dari Aprilia membara pada awal musim sampai 'friendly fire' di tikungan pertama dalam balapan seri ke-8 GP Hungaria menjadi titik balik.

Mereka kemudian berada di bawah bayang-bayang performa kuat Ai Ogura dan Raul Fernandez dari Trackhouse yang sempat menyegel posisi 1-2 pada seri ke-10 GP Belanda.

Sebelum itu Bezzecchi dan Martin yang menggendong. Laju terkuat dipegang Bezzecchi dengan 3 kemenangan yang diikuti 2 hasil runner-up dalam 5 seri pertama.

Ai Ogura menghabiskan jeda musim panas dengan pulang ke Jepang. Selain berlatih di sirkuit, dia mengisi kembali energi dengan hobinya, memancing.
MOTOGP
Ai Ogura menghabiskan jeda musim panas dengan pulang ke Jepang. Selain berlatih di sirkuit, dia mengisi kembali energi dengan hobinya, memancing.

Kini, Ogura lah yang membawa tren panas menuju jeda paruh musim dengan hasil finis ke-2, ke-1, dan ke-2 dalam tiga balapan GP terakhir.

Saat Bezzecchi dan Martin setengah kelimpungan, Ogura memperkuat amunisinya.

Tadinya hanya meneror pada pengujung lomba, 'abang-abangan' Mario Aji dan Veda Ega Pratama itu meningkat dalam kecepatan satu lap untuk posisi start yang baik.

Dalam hal grafik menukik, hanya Marc Marquez yang lebih baik daripada Ogura dengan catatan 3 kemenangan dalam 4 seri terakhir pasca-operasi bahu yang berhasil.

Memang, performa biasa-biasa saja di Belanda yang di antara dominasi di Hungaria dan Jerman menjadi sinyal menjadi sinyal bahwa Marquez belum 100 persen.

"Kita harus menunggu sampai Silverstone untuk melihat kondisinya: saat itu kita akan mendapat gambaran lebih jelas," tukas Tardozzi soal Marquez.

"Kemudian ada balapan di Aragon hadir, trek lain di mana dia tampil sangat baik."

"Akan tetapi, saya akan katakan lagi, dalam pandangan saya, dari sekarang hingga akhir musim, ini akan menjadi perjalanan rollercoaster antara Ducati dan Aprilia."

Persaingan akan berlanjut akhir pekan ini dengan gelaran MotoGP Inggris pada 7-9 Agustus 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.