BOLASPORT.COM - Perburuan gelar juara pada MotoGP 2026 lebih ketat dari sebelum-sebelumnya. Persaingan dua kuda pacu di tingkat pabrikan mencapai titik di mana lebih banyak pembalapnya untuk berbicara di sisa separuh musim.
Persaingan pada tahun ini berpusar di antara pasukan Ducati dan Aprilia dengan Pedro Acosta dari KTM menjadi pencilan.
Gap lima pembalap teratas tak sampai 24 poin jauhnya, lebih sedikit daripada 25 poin yang bisa diraih dalam balapan utama. Tak pernah seketat ini sejak era MotoGP dimulai pada 2002.
Sementara jika diperpanjang hingga delapan pembalap teratas (yang komposisinya 4 Aprilia, 3 Ducati, dan 1 KTM), gapnya hanya 65 poin.
Itu juga secara matematis di bawah total poin maksimal untuk 2 seri balap yaitu 74. Adapun kejuaraan masih menyisakan 11 seri.
| KLASEMEN SEMENTARA | ||||
| Pos | Pembalap | Tim | Motor | Poin |
| 1 | Jorge Martin | Aprilia Racing | Aprilia | 208 |
| 2 | Ai Ogura | SuperFile Trackhouse | Aprilia | 194 |
| 3 | Marc Marquez | Ducati Lenovo | Ducati | 190 |
| 4 | Marco Bezzecchi | Aprilia Racing | Aprilia | 186 |
| 5 | Fabio Di Giannantonio | Pertamina Enduro VR46 | Ducati | 184 |
| 6 | Raul Fernandez | SuperFile Trackhouse | Aprilia | 159 |
| 7 | Pedro Acosta | Red Bull KTM Factory | KTM | 148 |
| 8 | Francesco Bagnaia | Ducati Lenovo | Ducati | 143 |
Salah satu aspek yang menambah seru persaingan adalah bagaimana Aprilia telah meningkatkan level mereka.
Pabrikan Noale mencapai titik dominasi ala Ducati dalam beberapa tahun terakhir ketika tak cuma pembalap tim pabrikan mereka yang bisa menang tetapi juga dari tim satelitnya.
Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, pun merasa situasi ini tidak akan berubah sampai akhir tahun yang sekaligus menandai akhir dari era motor purwarupa 1000cc di MotoGP.
"Saya pikir motor-motornya punya performa yang seimbang dan, menurut saya, ini tidak akan berubah sampai akhir tahun," ucap Tardozzi, dilansir dari Sky Sport Italia.
"Di beberapa sirkuit seperti Silverstone, Aprilia akan sedikit lebih diunggulkan daripada kami, sedangkan di trek lainnya kami mungkin jadi favoritnya."
"Jadi saya pikir saat ini motornya seimbang, sementara pembalapnya lah yang akan membuat perbedaan," tambahnya.
Satu hal yang bisa menjadi penentu di sisa musim adalah konsistensi.
Salah satu alasan kenapa grup atas klasemen begitu ketat adalah karena semua bisa melejit tetapi juga mengalami momennya naik dan turun, entah karena apes atau blunder.
Kalaupun ada yang stabil seperti Di Giannantonio, puncak performa yang jarang menyentuh posisi atas (plus gagal finis saat seharusnya panen poin di Jerman) menghambatnya.
Di sisi lain, ada Duo Bezzecchi dan Martin dari Aprilia membara pada awal musim sampai 'friendly fire' di tikungan pertama dalam balapan seri ke-8 GP Hungaria menjadi titik balik.
Mereka kemudian berada di bawah bayang-bayang performa kuat Ai Ogura dan Raul Fernandez dari Trackhouse yang sempat menyegel posisi 1-2 pada seri ke-10 GP Belanda.
Sebelum itu Bezzecchi dan Martin yang menggendong. Laju terkuat dipegang Bezzecchi dengan 3 kemenangan yang diikuti 2 hasil runner-up dalam 5 seri pertama.
Kini, Ogura lah yang membawa tren panas menuju jeda paruh musim dengan hasil finis ke-2, ke-1, dan ke-2 dalam tiga balapan GP terakhir.
Saat Bezzecchi dan Martin setengah kelimpungan, Ogura memperkuat amunisinya.
Tadinya hanya meneror pada pengujung lomba, 'abang-abangan' Mario Aji dan Veda Ega Pratama itu meningkat dalam kecepatan satu lap untuk posisi start yang baik.
Dalam hal grafik menukik, hanya Marc Marquez yang lebih baik daripada Ogura dengan catatan 3 kemenangan dalam 4 seri terakhir pasca-operasi bahu yang berhasil.
Memang, performa biasa-biasa saja di Belanda yang di antara dominasi di Hungaria dan Jerman menjadi sinyal menjadi sinyal bahwa Marquez belum 100 persen.
"Kita harus menunggu sampai Silverstone untuk melihat kondisinya: saat itu kita akan mendapat gambaran lebih jelas," tukas Tardozzi soal Marquez.
"Kemudian ada balapan di Aragon hadir, trek lain di mana dia tampil sangat baik."
"Akan tetapi, saya akan katakan lagi, dalam pandangan saya, dari sekarang hingga akhir musim, ini akan menjadi perjalanan rollercoaster antara Ducati dan Aprilia."
Persaingan akan berlanjut akhir pekan ini dengan gelaran MotoGP Inggris pada 7-9 Agustus 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris.