Diskominfo NTT Klaim Pameran Tak Sekadar Hura-hura
Oby Lewanmeru August 06, 2026 07:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeklaim penyelenggaraan pameran HUT ke-81 RI tidak sekadar untuk hura-hura. 

Kepala Dinas Kominfo NTT Adi E. Mandala mengatakan, pameran pembangunan HUT RI memiliki esensi. Kegiatan yang diselenggarakan itu sebagai momentum penghargaan bagi pendahulu yang telah berjuang jiwa raga untuk kemerdekaan RI.

"Pameran itu mau menegaskan bahwa pameran HUT RI ini rasa nasionalisme dan kebangsaan sebagai anak Indonesia harus terus digelorakan. Tidak boleh luntur dan lekang oleh waktu," ujarnya, Rabu (5/8/2026) di kantornya. 

Pameran itu juga, menyajikan keberhasilan program Pemerintah Pusat di daerah dan program Pemerintah di Provinsi NTT selama dua tahun terakhir.

Baca juga: Pemkot Kupang Beri Diskon PBB hingga Pengurangan Denda 75 Persen dalam Rangka HUT ke-81 RI

Semua itu dipublikasikan selama pameran berlangsung agar publik mengetahui dan memberi dukungan.

Penyampaian ke publik itu melalui konten video grafis dan infografis atau banner hingga buku pada stand Pemerintah di lokasi kegiatan.

Tujuan lain pameran adalah, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terutama sektor rill akan tumbuh.

"Itulah dalam pameran ini kami menyiapkan 200 booth secara gratis kepada UMKM, yang sudah mendaftar sudah lebih dari 200. Kami sedang menyiapkan langkah strategis untuk bisa mengakomodir yang belum terdaftar," ujarnya.

Adi mengatakan, esensi lainnya adalah akan ada hiburan atau pesta rakyat selama 10 hari dengan menghadirkan artis nasional dan lokal. Pesta rakyat ditujukan membantu energi positif masyarakat untuk memaknai semangat HUT RI.

"Pameran itu bukan sesuatu yang bukan bersifat hura-hura atau menghabiskan uang tanpa arah. Itu bagian penting untuk menghadirkan juga sukacita dan kebahagiaan bagi publik di NTT khususnya Kota Kupang dan sekitarnya," ujarnya.

Pameran ini juga, kata dia, sebagai langkah jitu untuk menghadirkan semua pihak dalam berkolaborasi memaknai kondisi hari-hari ini. Pameran itu menyatukan pikiran dan tindakan untuk kemajuan pembangunan kedepan.

Dia menjelaskan, tentang anggaran Rp 1,7 miliar yang dipersoalkan. Anggaran itu menurut dia, bukan semata untuk mendatangkan artis. Item ini hanya memakan anggaran Rp 238 juta yang dikhususkan bagi artis nasional maupun lokal hingga pengisi acara. Anggaran Rp 1,7 miliar itu dikelola oleh EO yang menang dalam proses tender.

Adi menjelaskan, Rp 1,7 miliar itu meliputi untuk pekerjaan persiapan lokasi, pelaksanaan kegiatan diantaranya penyiapan panggung utama, panggung videotron, listrik, videotron lead dua unit untuk pemutaran film, penyediaan peralatan multimedia berupa kamera dan alat teknis. 

Kemudian penyediaan lampu penerangan, tenda roder 115 booth untuk OPD, gapura dan dekorasinya, paket khusus penyelenggaraan di pembukaan dan penutupan yang berisikan biaya makan minum, sampai peralatan spesifik.

"Artis itu ada dua paket, satu paket artis nasional dan belanja pengisi acara lokal selama delapan hari. Nilainya itu Rp 238 juta. Total semua itu, Rp 1,791 miliar," ujarnya.

Secara keseluruhan, Adi tidak menjelaskan lebih detail mengenai pembiayaan pada penyelenggaraan acara yang sama di tahun lalu. Namun, ia memastikan komponen kegiatan masih sama. (fan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.