TRIBUN-MEDAN.COM,- Sosok dan profil dr Benny Christian Sihombing jadi sasaran amukan netizen.
dr Benny Christian Sihombing merupakan dokter yang bertugas di RSUD Ruteng.
RSUD Ruteng berada di Kota Ruteng, atau tepatnya di Jalan Dr. Soetomo No 1, Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca juga: Profil Brigjen TNI Irsyad Hamdie Bey Anwar, Danpuspomad Alumni Akmil 1996
Adapun penyebab Benny Christian Sihombing jadi sasaran warganet karena komentar jahatnya terhadap pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.
Yurizal sempat curhat di media sosial, bahwa ia tidak mendapat penanganan serius ketika berada di rumah sakit.
Alih-alih berempati terhadap korban, Benny malah melontarkan komentar yang bikin marah warganet.
Baca juga: Profil dr Elda Putri Rahardini, Dokter yang Dikecam Netizen Karena Komentar Jahat ke Pasien BPJS
Ia menuliskan komentar di Threads:
"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? mau di lantai?
Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri
Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong
Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini,"
Baca juga: Profil Erfin Fachrurrazi, Plh Sekda Kota Medan, Teman SMA Rico Waas
Mirisnya, setelah komentar itu dilontarkan, belakangan pasien bernama Yurizal dikabarkan meninggal dunia.
Sontak, para pihak yang melontarkan komentar-komentar jahat ini kemudian menjadi sasaran amuk warganet.
Akibat perbuatannya, Benny Christian Sihombing dicap sebagai dokter pembully.
Setelah kasusnya viral, Benny Christian Sihombing kemudian membuat video permintaan maaf.
Ia mengaku sangat menyesal telah melontarkan kata-kata seperti yang telah ditulisnya di media sosial.
Baca juga: Profil PT Artha Makmur Abadi, Pabrik Racun yang Didesak Warga untuk Ditutup Karena Timbulkan Polusi
"Saya bertanggungjawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan atau pun menyewa pengacara," kata Benny dalam videonya.
Ia juga mengatakan dirinya siap jika suatu saat mendapat sanksi dari organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atau Majelis Kehormatan Etik kedokteran (MKEK).
"Saya juga menerima konsekuensi dari rumah sakit, dari IDI, ataupun MKEK ataupun pengadilan ataupun instansi lain. Tidak ada klarifikasi, saya memohon maaf karena telah membuat keributan ini," kata Benny.
Baca juga: Profil Rahmad Isnaini, Eks Kabag TU Kejati Sumut Resmi Jabat Kajari Sergai
Benny juga menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas kabar wafatnya Yurizal, pasien BPJS Kesehatan yang sempat ia hina melalui komentar jahatnya.
Ia pun berjanji kedepan akan lebih bijak dalam bermedia sosial.
RSUD Ruteng, tempat Benny Christian Sihombing bertugas telah memberikan teguran keras kepada sosok yang kini dicap sebagai dokter pembully itu.
Baca juga: Profil Leo Simanjuntak, Orang Batak yang Kini Jabat Posisi Jampidum Kejagung RI
Direktur RSUD Ruteng, Oktavianus Yanuarius, mengonfirmasi bahwa Benny Christian Sihombing telah dipanggil secara resmi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Oktavianus menegaskan bahwa pihaknya memberikan teguran keras dan pembinaan atas sikap dokter tersebut yang dinilai tidak profesional.
"Kita sudah lakukan pemanggilan, diberikan teguran, dan nanti ada mekanisme secara internal," ujar Oktavianus, Rabu (5/8/2026) dikutip dari Kompas.com.
Benny Christian Sihombing merupakan dokter di RSUD Ruteng.
Baca juga: Profil Mohammad Yusafrihardi Girsang, Hakim yang Vonis Bebas Anak Eks Dandim Terdakwa Dugaan Korupsi
Ia tercatat sebagai alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI).
Satu diantara jejak akademiknya adalah penugasan skripsi berjudul "Efek Ekstrak Etanol Daun Kari (Murraya koenigii) terhadap Kadar Malondialdehida dan Aktivitas Enzim Katalase di Jaringan Ginjal pada Model Tikus Diabetes Mellitus Tipe 2,".
Menurut sejumlah laporan, Benny Christian Sihombing berasal dari Sumatera Utara.
Ia disebut berasal dari Kota Pematangsiantar, dan lahir pada tahun 1999.
Baca juga: Profil Brigjen Cpm Anggiat Napitupulu, Akmil 1997 Mantan Danpomdam I/Bukit Barisan
Benny merupakan anak seorang guru.
Ayahnya disebut sebagai guru di Kota Pematangsiantar.
Karena ulahnya itu, sang ayah juga terseret-seret dan sempat jadi bahan kritikan warganet.
Bahkan, ada satu media sosial yang mengunggah foto Benny dan ayahnya.(ray/tribun-medan.com)