TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Gerakan Pramuka Gugusdepan Banyumas 26.2833-26.2834 Pangkalan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar aksi penanaman 150 pohon di kawasan Hutan Curug Gomblang, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Minggu (2/8/2026).
Mengusung tema "Scout for Green 2026: Bersama Pramuka, Selamatkan Semesta", kegiatan tersebut menjadi bagian dari Bulan Bakti Pramuka 2026 sekaligus wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.
Sebanyak 150 bibit pohon ditanam di kawasan yang dikelola Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Madyo Laras Kalisalak.
Program penghijauan ini bertujuan menjaga kelestarian hutan, memperkuat konservasi sumber mata air di lereng Gunung Slamet, serta menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Adapun bibit yang ditanam terdiri dari tanaman tahunan bernilai ekologis dan ekonomis, yakni pala (Myristica fragrans), petai (Parkia speciosa), dan jambu biji (Psidium guajava).
Kegiatan diikuti 136 peserta Pramuka Penegak dan Pandega serta komunitas pecinta alam dari SMA, SMK, dan MA negeri maupun swasta se-Kabupaten Banyumas.
Selain itu, sebanyak 40 anggota Pramuka UIN Saizu bertugas sebagai panitia atau Sangga Kerja yang mengoordinasikan seluruh rangkaian kegiatan.
Penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Pembina Gugusdepan Banyumas 26.2833, Musmuallim, bersama Pengurus LMDH Madyo Laras Kalisalak, Hendri.
Kegiatan tersebut turut didampingi petugas Perum Perhutani KPH Banyumas Timur serta Ketua Dewan Racana Sunan Kalijaga-Cut Nyak Dien UIN Saizu.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola hutan, pemerintah, dan komunitas pecinta alam tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Pengurus LMDH Madyo Laras Kalisalak, Hendri, mengapresiasi kepedulian seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam aksi penghijauan tersebut.
Menurutnya, pohon yang ditanam tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kegiatan ini sangat membahagiakan bagi kami, karena pohon yang adik-adik tanam berguna untuk kehidupan. Pohon menghasilkan oksigen, menjaga ketersediaan air, sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Ia berharap seluruh bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian kawasan Hutan Curug Gomblang.
Pembina Gugusdepan Banyumas 26.2833, Musmuallim, mengatakan penanaman pohon merupakan implementasi nyata nilai-nilai kepramukaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di kawasan hulu sumber mata air lereng Gunung Slamet.
Menurutnya, tema "Bersama Pramuka, Selamatkan Semesta" sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini yang membutuhkan kepedulian sekaligus aksi nyata dari generasi muda.
"Menanam pohon bukan hanya soal seremonial, tetapi merupakan bakti anggota Pramuka sebagai investasi untuk masa depan. Kita ingin alam tetap lestari, sumber air terjaga, dan masyarakat terlindungi dari risiko bencana," katanya.
Ia menambahkan, alam yang dinikmati saat ini merupakan warisan dari generasi terdahulu sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya demi generasi yang akan datang.
Ketua Panitia, Toriq, berharap program Scout for Green dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan Pramuka UIN Saizu.
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan Pramuka UIN Saizu dengan melibatkan lebih banyak pangkalan. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar kegiatan ini semakin sukses dan memberi manfaat yang lebih luas," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh pangkalan Pramuka, Satuan Karya Pramuka, komunitas pecinta alam se-Kabupaten Banyumas, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, serta Perum Perhutani KPH Banyumas Timur yang telah berpartisipasi dan memfasilitasi kegiatan ini," tuturnya.
Selain melakukan penanaman pohon, seluruh peserta juga melaksanakan aksi memungut sampah plastik di sepanjang jalur menuju objek wisata Curug Gomblang sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata alam.
Usai kegiatan penghijauan, peserta mengikuti sesi Diskusi Alam bersama narasumber Muhammad Aji.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi pencemaran lingkungan, serta membangun budaya hidup ramah lingkungan.
Melalui kegiatan Scout for Green 2026, Gerakan Pramuka UIN Saizu kembali menegaskan perannya sebagai organisasi kepanduan yang aktif mendorong kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan.
Aksi penanaman pohon, pembersihan sampah, hingga edukasi konservasi menjadi implementasi nyata nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam menjaga alam sekaligus mengabdi kepada masyarakat.
Dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai sekolah dan komunitas, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan serta menginspirasi lahirnya aksi-aksi kecil yang memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi di masa depan. (***)