Gempa M 5,2 Pangandaran Terasa Hingga Bandung dan Sukabumi, Warga Sebut Getar Seperti Truk Melintas
Ravianto August 06, 2026 09:11 AM

TRIBUNJABAR,ID, PANGANDARAN - Guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M 5,2 yang mengguncang kawasan Pangandaran, Jawa Barat, pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB, berdampak luas hingga ke kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.

Meski pusat gempa berada di laut sejauh 87 kilometer barat daya Pangandaran dengan kedalaman 14 kilometer, getarannya mengejutkan warga di sejumlah daerah pemukiman padat.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan paling terasa meluas di wilayah Kabupaten Bandung.

Daerah seperti Kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Nagrak, hingga Solokanjeruk merasakan dampak gempa pada skala intensitas III MMI.

Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada kendaraan berat atau truk yang sedang melintas.

Dirasakan dari Sukabumi hingga Lembang

Baca juga: Ciamis Juga Turut Diguncang Gempa Magnitudo 5,3, Warga Panik Berlarian ke Luar Rumah

Tidak hanya Kabupaten Bandung, guncangan juga menyasar wilayah Soreang, Pangalengan, Ciwidey, hingga Kabupaten dan Kota Sukabumi dengan skala intensitas II–III MMI.

Bahkan warga di area Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, dan Pelabuhanratu turut merasakan getaran pada skala II MMI, ditandai dengan benda-benda ringan yang digantung bergoyang perlahan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan bahwa luasnya sebaran guncangan terjadi karena gempa ini tergolong gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault)," kata Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Meski guncangannya sempat mengejutkan masyarakat di berbagai daerah, BMKG memastikan dari hasil pemodelan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 22.30 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo M 2,2 yang tergolong lemah.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Barat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau kabar bohong (hoaks) yang tidak terverifikasi.

Warga juga diingatkan untuk memeriksa kondisi bangunan rumah masing-masing dan menghindari bangunan yang mengalami retakan akibat dampak guncangan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.