Sopir Tangki Korban Kecelakaan Maut di Jalan Banjarbaru–Batulicin, Gantikan Ayah yang Sakit Gigi
Ratino Taufik August 06, 2026 08:45 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Latar belakang sopir tangki bahan bakar minyak (BBM) yang meninggal akibat kecelakaan maut di Jalan Alternatif Banjarbaru–Batulicin, Mantewe, Tanahbumbu, akhirnya terungkap.

Sopir tangki BBM, M Ilyas yang menjadi korban kecelakaan ternyata anak driver resmi perusahaan dan saat itu menggantikan ayahnya yang sakit, tanpa sepengetahuan perusahaan.

Manajemen PT Kharisma Kaisar Batulicin meyebut, pihak perusahaan baru mengetahui kendaraan operasionalnya dikemudikan oleh Ilyas setelah musibah lalu lintas tersebut terjadi.

General Manager PT Kharisma Kaisar Batulicin Muhamad Faizal mengungkapkan bahwa proses pengisian bahan bakar solar di depo awalnya dilakukan oleh sopir resmi perusahaan, Rahmadi, yang merupakan ayah dari Ilyas. Prosedur tersebut juga terekam dalam kamera pengawas internal perusahaan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Rahmadi, yang diceritakan kepada Faizal bahwa, pengalihan kemudi secara mendadak itu terjadi karena masalah kesehatan. Rahmadi yang berencana berangkat mendadak mengalami sakit gigi parah seusai membersihkan diri dan beribadah di rumah.

Ilyas yang juga merupakan sopir kemudian berinisiatif menggantikan peran ayahnya untuk mengantarkan muatan BBM tersebut. Sang anak meminta izin mengemudikan truk secara perlahan hingga tiba di lokasi tujuan. "Ilyas itu bilang, biar saya saja Bah yang berangkat, tidak apa-apa saya pelan-pelan sesampai-sampainya saja. Gitu ceritanya," kata Faizal menirukan ucapan Rahmadi, kepada media, Rabu (5/8).

Faizal menambahkan, Ilyas sebenarnya sudah terbiasa mengemudikan armada dan sering mendampingi ayahnya saat bertugas.

Baca juga: Hilang Kendali Bukan Akhir Penjelasan

Pihak perusahaan menegaskan penunjukan awal pengiriman BBM sudah sesuai prosedur, sebelum akhirnya terjadi perubahan pengemudi yang itu di luar pengetahuan manajemen.

Faisal juga menyebut bahwa kendaraan tersebut dipastikan memiliki izin operasional resmi untuk lini usaha pengangkutan BBM industri.

Dijelaskan bahwa armada milik perusahaan memang berbeda secara kualifikasi dengan armada niaga milik PT Pertamina (Persero). Perbedaan visual tersebut terlihat dari identitas warna tangki yang digunakan untuk mendistribusikan solar industri.

Menurut Faizal, perusahaan mengantongi seluruh dokumen kelengkapan izin usaha dan pengangkutan BBM dari instansi berwenang.

Sebelum insiden nahas tersebut terjadi, truk tangki diketahui baru saja menyelesaikan pengisian muatan solar di wilayah Binuang. "Memang kita berbeda dengan tangki milik Pertamina yang identik warna merah putih. Kalau kita kan untuk sektor industri punya izin sendiri, dan seluruh izinnya lengkap," jelas Faizal.

Termasuk mengenai stiker identitas perusahaan Kaisar Group yang sebelumnya menempel pada badan truk tangki mendadak hilang dari lokasi kejadian. Faizal mengaku tidak mengetahui pihak yang melepas stiker armada tersebut. "Arahan saya cuman satu, selamatkan saudara Ilyas. Masalah mobil tidak usah diurusin, serahkan kepada Satlantas saja. Itu arahan saya, tidak ada copot stiker atau apa, tidak ada," ujarnya.

Lima dari tujuh korban tewas dalam musibah Sabtu (1/8) tersebut merupakan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase).

Dua mahasiswa ULM yang meninggal yakni Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani. Sementara korban tiga mahasiswa Unukase Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, serta Veri Andi Saputra.

Selain itu benturan keras itu juga merenggut nyawa Tegar Mangku Alamsyah, seorang anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta sopir tangki M Ilyas. (banjarmasinpost.co.id/muhammad fikri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.