- Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah tegas isu yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari jabatannya di tengah memanasnya dinamika politik internal Republik Islam Iran.
Isu tersebut mencuat setelah Pezeshkian disebut telah mengajukan atau mengancam mengundurkan diri hingga 28 kali selama menjabat sebagai presiden.
Namun, dalam cuplikan pidato bertajuk "Laporan kepada Rakyat", Pezeshkian menepis seluruh rumor tersebut, menegaskan tidak memiliki niat meninggalkan kursi kepresidenan.
"Saya tidak akan mengundurkan diri, saya akan tetap teguh. Jika saya ingin mengundurkan diri, saya akan mengumumkannya secara resmi," tegas Pezeshkian, dikutip dari Iran Wire.
Presiden Iran itu juga memastikan pemerintahannya tetap bekerja sama dengan institusi militer dan seluruh lembaga negara. Menurutnya, isu mengenai pengunduran dirinya sengaja diembuskan untuk memecah soliditas pemerintahan.
"Mereka ingin menciptakan perpecahan. Pemimpin Tertinggi mengatakan satu hal, tetapi mereka mengklaim hal lain," ujarnya.
Meski telah membantah, isu mengenai kemungkinan Pezeshkian mundur sebenarnya telah beredar sejak beberapa bulan terakhir.
Pada akhir Mei lalu, sejumlah sumber menyebut Pezeshkian sempat mengajukan surat pengunduran diri karena merasa tidak dilibatkan dalam sejumlah pengambilan keputusan strategis negara.
Laporan The New York Times pada awal Juli juga menyebut Pezeshkian pernah mengancam akan mundur apabila nota kesepahaman yang diajukannya tidak mendapat persetujuan dari kepemimpinan tertinggi Iran.
Meski demikian, seluruh laporan tersebut selalu dibantah oleh pihak kepresidenan. Wakil Bidang Komunikasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabaei, menegaskan bahwa isu pengunduran diri Pezeshkian tidak memiliki dasar yang jelas.
Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Presiden Eksekutif Mohammad Jafar Qaem-Panah, yang menyebut kabar tersebut hanya sebatas rumor politik. (*)