Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat (Jakpus) menyiapkan pembinaan usaha bagi sebagian pedagang yang terdampak penertiban 95 bangunan semi permanen di Jalan Abdul Jalil, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kamis.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Pusat Suprayogie mengatakan mayoritas bangunan yang dibongkar itu merupakan tempat usaha sehingga pemerintah berupaya mencarikan solusi agar para pelaku usaha tetap dapat melanjutkan aktivitas ekonomi mereka.

"Insya Allah, sebagian akan masuk menjadi binaan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta Pusat," kata Suprayogie di Jakarta, Kamis.

Dia menuturkan pemerintah telah menawarkan sejumlah alternatif lokasi berdagang kepada warga, termasuk beberapa lokasi di sekitar Karet Tengsin dan kawasan Jalan KH Mas Mansyur.

Namun, sampai dengan saat ini pembahasannya belum mencapai kesepakatan karena banyaknya jumlah pedagang yang terdampak.

"Ada beberapa opsi lokasi yang kami sampaikan. Kami juga siap memediasi jika ada usulan lokasi dari warga, tetapi pembahasannya memang belum tuntas," ujar Suprayogie.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pemerintah membuka ruang komunikasi dengan warga agar solusi penempatan usaha dapat disepakati bersama dalam waktu dekat.

Sementara itu, sebelum penertiban tersebut dilaksanakan, Pemkot Jakarta Pusat telah melakukan tiga kali sosialisasi serta satu kali rapat resmi bersama lurah, pengurus RT/RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk menjelaskan alasan penertiban serta penataan kawasan itu.

Penertiban tersebut dilakukan terhadap bangunan yang berdiri di atas saluran penghubung (PHB) di Jalan Abdul Jalil, RW 09 dan RW 11, Karet Tengsin.

Setelah seluruh bangunan dibongkar, pemerintah segera melakukan normalisasi saluran dan penataan kawasan sehingga fungsi drainase kembali optimal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar lokasi.

"Kalau setelah nanti dibangun, akan dirapikan salurannya, dibikin trap kecil, dan akan langsung dinormalisasi," ungkap Suprayogie.