TRIBUNNEWS.COM - Presiden FIFA, Gianni Infantino kembali menciptakan gebrakan baru tak lama setelah membatalkan proyek FIFA Football Enterprise (FFE), beberapa hari yang lalu.
Infantino kali ini menjadikan Maroko sebagai tujuan besar proyek barunya.
Perkembangan sepak bola Maroko yang kian melejit ditunjang status negara tersebut sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 menjadi alasan utamanya.
Tak bisa dipungkiri, Maroko memang sedang merasakan titik luar biasa, terutama dalam hal urusan sepak bola.
Setelah menciptakan gebrakan dengan lolos sampai semifinal Piala Dunia 2022, Maroko kembali tampil elit di edisi 2026.
Meskipun pada akhirnya langkah mereka terhenti di tangan Prancis pada babak perempat final, performa Maroko tergolong tetap impresif.
Menahan imbang Brasil di laga perdana, lalu menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti pada babak 32 besar, diikuti kemenangan telak atas Kanada selaku tuan rumah di 16 besar, menjadi bukti elitnya penampilan Maroko.
Dengan performa tersebut, Maroko seakan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kekuatan sepak bola negara ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
Potensi itulah yang nampaknya disadari dan ingin dimanfaatkan Infantino untuk menjadikan Maroko sebagai salah satu tokoh sentral di sepak bola dunia pada masa mendatang.
Didukung status Maroko sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia bersama Portugal dan Spanyol, kian membuat sepak bola negara asal Afrika tersebut kian disorot oleh dunia nantinya.
Maka dari itu, Infantino yang sedang berjuang untuk memenangkan kembali pemilihan umum sebagai Presiden FIFA, mendadak menawarkan janji manis ke Maroko dengan sebuah proyek mewah di masa depan.
Dilansir surat kabar Spanyol, Marca, Infantino dilaporkan melemparkan janji manis kepada Maroko, untuk menjadikan negara tersebut sebagai tokoh sentral penyelenggaran final Piala Dunia edisi berikutnya.
Salah satu langkah yang akan dilakukan Infantino untuk mewujudkan hal itu yakni membuat stadion baru yang megah yang terletak di Maroko, guna mengakomodasi rencana tersebut.
"Presiden FIFA Gianni Infantino telah menjanjikan final Piala Dunia 2030 akan digelar di Maroko dengan stadion baru (yang punya kapasitas 115.000 penonton alias stadion terbesar di dunia)," laporan Marca.
"Langkah ini dinilai sebagai upaya timbal balik dari Infantino atas dukungan Maroko terkait rencananya kembali maju dalam pemilihan presiden FIFA 2027,"
"Selain itu, Maroko juga dipandang punya pengaruh penting di CAF (Federasi Sepak Bola Afrika)," tukasnya.
Baca juga: Anggap Penipu Ulung, Tiga Kata Luis Figo untuk Presiden FIFA: Infantino Harus Pergi!
Jika benar, tentu langkah Infantino tersebut rawan kembali menimbulkan pro kontra, sebagaimana saat ia menawarkan proyek bernama FIFA Football Enterprise (FFE) yang akhirnya mendapat berbagai kritikan hingga penolakan.
Tak berselang lama setelah kabar soal janji Infantino itu beredera, salah satu media FIFA pun mencoba membantah hal itu.
Dalam bantahan terbarunya, FIFA Media menyatakan tidak pernah ada pembahasan soal venue laga final Piala Dunia 2030.
"Klaim bahwa Presiden FIFA telah membuat janji apapun terkait penyelanggaran final Piala Dunia 2030 adalah salah dan menyesatkan," tulis FIFA dalam klarifikasinya di X.
"Keputusan itu akan dibuat FIFA pada waktunya," tambahnya.
Menarik untuk melihat dinamika soal berbagai keputusan dan kebijakan FIFA di akhir era kepemimpinan Gianni Infantino kedepannya?
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)