Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendesak agar komunitas internasional tidak diam atas tindakan rezim zionis Israel yang semakin merongrong wilayah Palestina, khususnya Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al Aqsa di dalamnya, serta menyepakati langkah bersama menghadapinya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir saat menghadiri pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania, pada Rabu (5/8) waktu setempat.
“Indonesia mendorong agar komunitas internasional tidak lagi menggunakan cara-cara lama. Tidak lagi membiarkan pelanggaran Israel, dan tidak lagi menghadapinya secara terpecah,” kata Wamenlu RI dalam pertemuan tersebut, sebagai pernyataan Kemlu RI dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
“Perpecahan adalah celah yang selalu dimanfaatkan oleh Israel,” ucap dia, menegaskan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenlu RI menyoroti lanskap politik Timur Tengah yang berubah drastis akibat semakin parahnya provokasi pemukim ilegal zionis di Tepi Barat, agresi genosida Israel terhadap Gaza, kemudian Suriah dan Lebanon, serta eskalasi konflik AS dengan Iran.
Arrmanatha mengingatkan bahwa perjuangan Palestina bukan hanya milik umat Islam, tetapi merupakan bagian dari perjuangan dunia, khususnya negara-negara Selatan.
“Bahkan negara-negara yang selama ini dekat dengan Israel telah menjatuhkan sanksi kepada pemukim Israel di Tepi Barat,” kata dia.
Karena itu, Wamenlu RI menyerukan kepada dunia, khususnya delegasi negara yang hadir dalam pertemuan di Amman, untuk membangun sebuah koalisi besar demi Palestina.
Ia kemudian menyerukan lima langkah konkret untuk mendukung Palestina, yaitu membangun strategi bersama di atas persatuan serta menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional (ICJ).
Kemudian, memperjuangkan perluasan pengakuan dunia terhadap kedaulatan Palestina, memperkuat upaya perlindungan Masjid Al Aqsa, dan mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan nasional Palestina, dan mandat badan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA.
Pada kesempatan yang sama, Arrmanatha juga menegaskan dukungan RI terhadap berlanjutnya perwalian Wangsa Hasyimiyah Yordania terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk kompleks Masjid Al Aqsa.
Pertemuan di Amman tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Palestina, Malaysia, dan Qatar, serta Sekretaris Jenderal Liga Arab.
Dalam pernyataan bersamanya, para delegasi menyatakan dukungan bagi institusi Palestina di Yerusalem, menentang pemindahan sepihak misi diplomatik ke Yerusalem, dan berkomitmen memperluas informasi soal kejahatan rezim zionis Israel berikut dampaknya bagi dunia.





