Laporan Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra
PENCEMARAN KALI- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih saat ditemui di aliran kali di Kecamatan Bantargebang, Rabu (5/8/2026). (TribunBekasi/Rendy Rutama Putra)
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengungkap hasil uji laboratorium terhadap kualitas air Kali Cileungsi yang berdampak hingga Kali Bekasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih mengatakan hasil pengujian yang dilakukan UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi menunjukkan sejumlah parameter kualitas air permukaan telah melampaui baku mutu lingkungan.
Parameter yang dimaksud meliputi Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nikel Terlarut, Seng Terlarut, Tembaga Terlarut, serta Fecal Coliform.
"Temuan tersebut menunjukkan adanya pencemaran yang berpotensi menurunkan kualitas air di sepanjang aliran sungai," kata Kiswatiningsih dalam keterangannya dikutip Rabu (5/8/2026).
Kiswatiningsih menjelaskan, temuan tersebut diperoleh setelah DLH Kota Bekasi menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran di aliran Kali Cileungsi yang bermuara ke Kali Bekasi.
Dalam prosesnya, DLH Kota Bekasi menerjunkan Tim Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH), Pasukan Katak, serta UPTD Laboratorium DLH untuk melakukan penelusuran, pemantauan, dan pengambilan sampel air guna memastikan kondisi kualitas air di lokasi.
Pengecekan lapangan dan pengambilan sampel air permukaan di Kali Cileungsi dilakukan pada Senin (20/7/2026).
Selanjutnya, tim kembali mengambil sampel di Kali Bekasi pada Rabu (22/7/2026).
Selain itu, Pasukan Katak DLH Kota Bekasi juga melakukan penelusuran dan pemantauan di sepanjang aliran sungai pada Senin (27/7/2026) dan Kamis (30/7/2026) untuk mengidentifikasi penyebaran dugaan pencemaran yang melintasi wilayah Kota Bekasi.
"Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi fisik air di titik pemantauan yang berada di samping Cluster Richmond, Kota Wisata, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terlihat berwarna hitam disertai bau menyengat," jelasnya.
Kiswatiningsih menuturkan, kondisi tersebut menjadi indikasi adanya penurunan kualitas air yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Hasil pemantauan lanjutan menunjukkan aliran air yang terindikasi tercemar telah bergerak hingga memasuki kawasan Pangkalan 6, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, kemudian mengalir menuju Delta Pekayon, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Menurutnya, kondisi tersebut menandakan dampak pencemaran telah melintasi batas wilayah administratif sehingga memerlukan penanganan terpadu dan kolaboratif dari berbagai instansi.
"Sebagai tindak lanjut, DLH Kota Bekasi telah mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH), Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, serta DLH Kabupaten Bogor guna memperkuat sinergi dan mempercepat penanganan dugaan pencemaran tersebut," paparnya.
Sementara itu, pantauan Tribun Bekasi di aliran Kali Bekasi kawasan Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, menunjukkan air sungai masih berwarna hitam pekat.
Selain menghitam, air Kali Bekasi juga mengeluarkan aroma tidak sedap. Di beberapa titik aliran sungai juga terlihat busa berwarna putih mengambang di permukaan. (M37)