Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sulawesi Tenggara: Baubau, Wakatobi, Teluk Bone Barat Kabaena
Aqsa August 06, 2026 02:46 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Peringatan dini gelombang tinggi di perairan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), berlaku mulai Kamis (6/8/2026) hingga 9 Agustus 2026.

Peringatan dini dikeluarkan Badan Meteologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang dipublikasikan pada hari ini, pukul 12:00 Wita.

Update peringatan dini ini juga dikutip TribunnewSSultra.com dari laman resmi Direktorat Meteorologi Maritim BMKG.

Disebutkan, pola angin umumnya bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 2-15 knot. 

Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 knot (5 skala beaufort) di perairan sebagai berikut:

1. Perairan Teluk Bone Barat Kabaena

2. Perairan Baubau

Baca juga: Cuaca Sulawesi Tenggara Hari Ini, BMKG Prediksi Mayoritas Wilayah Cerah, Kolaka Timur Berawan

3. Perairan Buton, Perairan Wakatobi

4. Laut Banda Timur Wakatobi

5. Laut Flores Selatan Buton.

Gelombang kategori sedang diperkirakan terjadi Jumat (07/08/2026) pukul 08.00 Wita hingga Sabtu (08/08/2026) pukul 08.00.

Dengan ketinggian gelombang lebih dari 1,25 meter hingga 2 meter di perairan sebagai berikut:

1. Perairan Wakatobi Bagian Timur

2. Perairan Baubau

3. Laut Banda Timur Wakatobi

4. Teluk Bone Barat Kabaena.

Sementara, periode 8 Agustus 2026 pukul 08.00-9 Agustus 2026 pukul 08.00 Wita masih nihil.

Demikian pula pada periode 9 Agustus 2026 pukul 08.00 hingga 10 Agustus 2026 pukul 08.00 Wita.

Tentang Perairan

1. Perairan Teluk Bone Barat Kabaena 

Perairan di sebelah barat Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara (Sultra) ini menjadi bagian dari jaringan pelayaran regional yang menghubungkan wilayah pesisir di 2 provinsi.

Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) seperti Kabupaten Bone via Pelabuhan Bajoe.

Serta pesisir tenggara Sulawesi di Provinsi Sultra yakni Kabupaten Bombana termasuk Kabaena, hingga Kota Baubau.

Baca juga: Kronologi Hilangnya Nelayan Wakatobi di Perairan Pulau Runduma, Perahu Ditemukan Kosong Penuh Air

2. Perairan Wakatobi Bagian Timur 

Perairan ini menghubungkan jalur pelayaran lokal di Kepulauan Wakatobi lintas timur terutama Pulau Tomia dan Pulau Binongko.

Selain itu, menjadi pintu keluar masuk utama menuju Laut Banda untuk rute pelayaran perintis antarpulau di timur Indonesia.

Semisal rute armada Sabuk Nusantara yang menghubungkan pelabuhan di Provinsi Sultra seperti Baubau atau Wakatobi.

Menuju pulau-pulau terluar wilayah Maluku/ Laut Banda bagian selatan timur.

3. Perairan Baubau 

Perairan di kaki tenggara Pulau Sulawesi termasuk kawasan Selat Buton merupakan salah satu koridor maritim paling strategis.

Merupakan titik simpul (hub) utama yang menghubungkan rute pelayaran nasional antara Indonesia bagian barat/ tengah dengan bagian timur Indonesia.

Melalui Pelabuhan Murhum Baubau, perairan ini dilewati belasan kapal Pelni dari barat ke timur.

Sementara, untuk rute regional provinsi perairan ini menghubungkan pulau-pulau di wilayah Kepulauan Buton, Muna, dan daratan termasuk Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra.

PERAIRAN BAUBAU - Foto arsip Kapal Pelni saat berlabuh di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), beberapa waktu lalu. Perairan Baubau dilewati belasan kapal Pelni dari wilayah barat Indonesia ke timur.(TribunnewSSultra.com)
PERAIRAN BAUBAU - Foto arsip Kapal Pelni saat berlabuh di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), beberapa waktu lalu. Perairan Baubau dilewati belasan kapal Pelni dari wilayah barat Indonesia ke timur.(TribunnewSSultra.com) (TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

4. Laut Banda Timur Wakatobi 

Merupakan koridor perairan laut dalam yang menghubungkan poros maritim nasional antara wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Khususnya Kepulauan Wakatobi dengan kawasan timur Indonesia seperti Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. 

Area maritim ini berada di sisi terluar sebelah timur kabupaten yang dikenal salah satu surga wisata bahari ini yang langsung menghadap cekungan terbuka Laut Banda.(*)

(TribunnewsSultra.com/Sri Rahayu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.