Rio de Janeiro (ANTARA) - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Rabu (5/8) mengkritik keputusan Amerika Serikat (AS) yang mencabut visa Duta Besar (Dubes) Brasil untuk Washington, Maria Luiza Ribeiro Viotti, seraya menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan gegabah.

Berbicara dalam wawancara dengan kanal YouTube Meteoro Brasil, Lula mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak beralasan bagi dua negara yang telah menjalin hubungan diplomatik selama lebih dari dua abad. Dia juga menambahkan bahwa Brasil tidak akan menerima dubes baru sebelum pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober nanti.

Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (4/8) mengumumkan pencabutan visa tersebut sebagai tindakan balasan atas penolakan Brasil bulan lalu untuk menerbitkan visa bagi dua pejabat AS, serta dugaan penundaan dalam pemberian persetujuan terhadap Daniel Perez, calon dubes AS untuk Brasil yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

Sebagai tanggapan, Lula menyatakan bahwa Washington sendiri tidak menunjukkan urgensi terkait kehadiran diplomatiknya di Brasil, mengingat Kedutaan Besar AS di negara tersebut telah dibiarkan tanpa kepala perwakilan selama lebih dari satu setengah tahun.

"Mereka mengharapkan kami bertindak sesuai jadwal mereka? Itu tidak adil dan tidak dapat diterima. Kami menuntut untuk diperlakukan dengan rasa hormat," kata Lula.

Pemerintah Brasil pada Selasa mengecam keras keputusan Departemen Luar Negeri AS untuk mengubah status visa Dubes Brasil untuk Washington, dengan menyebut alasan yang dikemukakan AS sebagai tidak benar.