Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil riset dan inovasi dalam 12 klaster kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta sebagai dukungan terhadap penyelesaian berbagai persoalan nasional.

Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta, Kamis, mengatakan para peneliti mendapat undangan khusus untuk mempresentasikan hasil riset secara lebih menyeluruh di hadapan Presiden.

"Kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke Istana untuk berdialog dengan Bapak Presiden," katanya.

Menurut Arif, pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari sejumlah pemaparan hasil riset yang sebelumnya telah disampaikan kepada Presiden dalam rapat terbatas di Hambalang maupun Istana Kepresidenan.

Dalam kesempatan tersebut, BRIN mempresentasikan 12 klaster riset, meliputi bidang pangan, energi, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga inovasi yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kampung nelayan.

Selain paparan, BRIN juga menampilkan sejumlah produk inovasi yang dijadwalkan akan ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo bersama para penelitinya.

Arif mengatakan para peneliti menyambut antusias kesempatan berdialog langsung dengan Presiden sekaligus memperoleh arahan mengenai pengembangan riset dan inovasi nasional.

Menurut dia, BRIN terus berupaya menghasilkan penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan serta mendukung program prioritas pemerintah.