Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memperketat pengawasan dan menggelar operasi kebersihan di kawasan konservasi.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pendaki sekaligus memastikan lingkungan Rinjani tetap terjaga selama bulan Agustus.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardraristo, menyampaikan bahwa aksi bersih ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional 8 Aksi Kehutanan untuk Indonesia Merdeka yang dicanangkan Kementerian Kehutanan.
Kegiatan serentak digelar di 17 taman nasional seluruh tanah air, menargetkan 1.945 peserta dan pembersihan jalur sepanjang 81 kilometer.
Meski demikian, Astekita menegaskan bahwa kebersihan kawasan Rinjani bukanlah hal baru bagi pihaknya. Petugas TNGR bersama komunitas pecinta alam dan relawan telah rutin melakukan aksi serupa.
Momen kemerdekaan hanya menjadi pendorong semangat agar partisipasi masyarakat semakin luas.
"Sebenarnya kegiatan bersih kawasan di Rinjani sudah menjadi rutinitas. Momentum Agustus ini hanya memperkuat apa yang selama ini sudah berjalan bersama komunitas dan relawan," katanya pada Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Pelaku Jasa Transportasi Rinjani Desak Pemerintah Bangun SPBU di Sembalun
Berbagai komunitas juga telah menjadwalkan aktivitas pelestarian di Rinjani sepanjang Agustus. Garuda Keadilan akan menggelar aksi bersih di jalur Sembalun pada 11–14 Agustus, sementara Mapala Universitas Hamzanwadi merancang kampanye konservasi satwa dan edukasi lingkungan di rute Sembalun-Torean pada 11–15 Agustus.
"Penanaman pohon dan kegiatan Rinjani Merah Putih turut juga memeriahkan rangkaian peringatan kemerdekaan," tuturnya.
Seiring padatnya agenda, TNGR memperbanyak frekuensi patroli di sepanjang jalur pendakian. Petugas tidak hanya siaga menghadapi kondisi darurat, tetapi juga mengawasi kebersihan dari pintu masuk, jalur pendakian, Pelawangan, hingga kawasan Danau Segara Anak.
"Kami selalu mengingatkan kepada para pendaki, porter, dan pemandu wisata untuk membawa turun seluruh sampah yang dihasilkan," jelasnya.
Astekita menekankan, edukasi tetap menjadi ujung tombak pengelolaan kawasan. Setiap hari, petugas di lapangan aktif mengingatkan pengunjung tentang aturan pendakian, termasuk kewajiban mengangkut kembali sampah pribadi.
"Petugas kami tidak hanya berjaga, tetapi juga mengedukasi dan ikut membersihkan. Menjaga Rinjani bukan tanggung jawab petugas semata, melainkan butuh kesadaran dari seluruh pendaki," tegasnya.
Pihak TNGR mengajak semua pendaki memaknai Hari Kemerdekaan dengan aksi nyata, bukan sekadar upacara di puncak, tetapi juga dengan meninggalkan Rinjani dalam keadaan yang lebih bersih dari sebelumnya.
"Kami berharap tingginya kunjungan saat libur Agustusan tidak berimbas pada penumpukan sampah," tutupnya.
(*)