Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kabupaten Kepulauan Seribu mengajak seluruh pengelola resor dan pulau privat di daerah itu untuk memulai mengelola sampah dari sumbernya, sehingga dapat meminimalkan produksi sampah.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya agar jumlah sampah yang dibawa keluar pulau dapat ditekan,” kata Kepala Sudin LH Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi di Jakarta, Kamis.
Ia berharap pengelola pulau diharapkan memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah organik seperti sisa makanan dapat diolah menjadi kompos, sementara ranting dan daun dicacah agar kembali bermanfaat bagi lingkungan.
“Adapun sampah campuran dan residu dipres, sehingga pengangkutan menjadi lebih efisien,” katanya.
Langkah sederhana tersebut memiliki dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan pulau. Selain mengurangi timbulan sampah, pengelolaan dari sumber juga membantu menjaga kebersihan kawasan wisata serta mengoptimalkan operasional kapal sampah yang melayani wilayah Kepulauan Seribu.
Menurut Achmad, melalui pengelolaan sampah dari sumber membuat volume sampah yang harus diangkut dapat ditekan.
“Sehingga proses pengangkutan menjadi lebih efisien sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pulau yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Imbauan itu telah disampaikan kepada pengelola Pulau Karang Beras, Pulau Air, Pulau Gusung Sekati, Pulau Semak Daun, dan Pulau Gosong Pandan.
Kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber serta Surat Edaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Nomor e-0011/SE/2026.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pengelola kawasan diharapkan budaya memilah dan mengolah sampah dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga keindahan alam Kepulauan Seribu tetap terjaga untuk dinikmati generasi mendatang.





