Operasional SPPG Bandengan 5 Dihentikan Usai Ratusan Siswa SMPN 2 Jepara Keracunan MBG
rival al manaf August 06, 2026 07:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kejadian dugaan keracunan makanan yang dialami 123 siswa dan guru di SMPN 2 Jepara berbuntut penghentian SPPG Bandengan 5 sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Operasional SPPG itu resmi dihentikan sementara mulai hari ini, Kamis (6/8/2026).

Berhentinya operasional SPPG dilakukan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) melayangkan surat penghentian operasional sementara terhadap SPPG Bandengan 5 untuk dilakukan evaluasi.

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara, Muhamad Wildan Musthofa menyampaikan, surat penghentian operasional SPPG Bandengan 5 baru turun dari BGN hari ini.

Dengan dasar itu, operasional SPPG Bandengan 5 harus menghentikan distribusi makanan kepada penerima manfaat dalam jangkauan.

Baca juga: Marak Kasus Keracunan MBG, Dinas Pendidikan Minta SPPG Patuhi SOP

Baca juga: Diare dan Muntah, 123 Siswa dan Guru SMPN 2 Jepara Diduga Keracunan MBG

Wildan menyebut bahwa SPPG itu masih sempat operasional dua hari dari kejadian.

Gejala gangguan kesehatan seperti diare, mual, sakit perut, hingga muntah mulai dialami siswa dan guru SMPN 2 Jepara, Senin (3/8/2026) malam.

Dugaan penyebab keracunan dimungkinkan dari makanan MBG yang dibagikan hari itu.

Kejadian gejala keracunan baru dilaporkan keesokan harinya, Selasa (4/8/2026) dengan total yang terdampak 110 siswa dan 13 guru di SMPN 2 Jepara.

"Nah hari Selasa dan Rabu itu SPPG yang berkaitan masih operasional. Catatannya kasus baru dilaporkan pada Selasa siang, sehingga pembagian makanan di hari Selasa tetap jalan. Untuk Rabu, pihak SPPG sudah konfirmasi ke semua penerima manfaat apakah masih mau menerima, jawabannya mau, jadi operasional SPPG masih jalan," terangnya saat dikonfirmasi Tribun Jateng.

Wildan menyebut, surat dari BGN bersifat mutlak memberhentikan sementara SPPG Bandengan 5.

Dia tidak mengetahui pasti kapan peringatan penghentian sementara operasional SPPG Bandengan 5 berlangsung.

Selanjutnya dilakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Saya sudah tekankan terus ke SPPG untuk menjaga dan meningkatkan pengawasan dan kualitas makanan. Jangan adalagi kejadian serupa, ini terjadi lantaran kurangnya pengawasan. Lebih ditekankan pada kualitas bahan baku, mulai masuk, pengolahan dan distribusi," ujar dia.

Minta Evaluasi Kinerja

Wildan menyatakan, BGN meminta agar SPPG Bandengan 5 melakukan evaluasi kinerja dari segala aspek.

Di antaranya pemilihan bahan baku masakan, cara menyimpan bahan baku, proses pengolahan (memasak) hingga pengemasan.

Evaluasi juga dilakukan ketika proses pengepakan makanan untuk diantarkan sampai tujuan masing-masing. Supaya makanan dalam keadaan utuh, fresh, dan layak untuk dikonsumsi penerima manfaat.

"Misal diterima daging dalam kondisi beku atau tidak beku, treatmennya berbeda. Ini harus diperhatikan agar tidak salah," ujar dia.

Wildan juga sudah meminta pihak SPPG Bandengan 5 untuk bertanggungjawab penuh atas setiap dampak yang ditimbulkan.

Misalnya jika ada tindakan yang dibutuhkan seperti tindakan medis, biaya yang ditimbulkan ditanggung oleh SPPG.

"Kami dapat laporan per hari ini masih ada 7 anak belum masuk sekolah. Kejadiannya mulai muncul Senin malam, diketahui dan dilaporkan Selasa siang. Ada yang sempat dibawa ke rumah sakit, tapi rawat jalan," tuturnya.

Setiap harinya, SPPG Bandengan 5 menyuplai makanan sebanyak 2.144 porsi. Sasarannya siswa dari 7 sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Di jenjang SMP, hanya SMPN 2 Jepara yang masuk pendistribusian SPPG Bandengan 5.

Saat ini, Wildan juga masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan di Labkesda Jepara untuk mengetahui pasti apa penyebab dari gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru.

Hasil uji laboratorium diperkirakan muncul 3-5 hari dari pengambilan sampel sejak Selasa (4/8/2026).

3 SPPG di Jepara Berhenti Operasional Sementara

Wildan menyebut, saat ini ada 186 SPPG yang sudah beroperasi di Jepara. Tiga di antaranya saat ini berhenti operasional sementara, masing-masing SPPG Welahan 3, SPPG Mulyoharjo 1, dan terakhir SPPG Bandengan 5.

SPPG Welahan 3 berhenti operasi sementara lantaran adanya aduan terkait sarana dan prasarana IPAL yang perlu diperbaiki.

SPPG Mulyoharjo satu belum beroperasi lantaran masalah internal manajemen.

Sedangkan SPPG Bandengan 5 berhenti operasi lantaran dugaan kasus keracunan 123 siswa dan guru di SMPN 2 Jepara. (Sam)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.