Video Detik-Detik Petir Menyambar Pemain FC Yala hingga Tewas di Turnamen Golok Cup: 12 Terluka
Hasiolan Eko P Gultom August 06, 2026 07:57 PM

Video Detik-Detik Petir Menyambar Pemain FC Yala hingga Tewas: 12 Lain Terluka

 

 

TRIBUNNEWS.COM -  Tragedi terjadi dalam sebuah pertandingan sepak bola di Thailand.

Seorang pemain meninggal dunia akibat tersambar petir saat laga berlangsung di tengah badai besar.

Korban bernama Safwan Awae (24), pemain yang baru bergabung dengan FC Yala, tewas setelah petir menyambar lapangan Stadion Santiphap di Provinsi Narathiwat, Thailand, dalam turnamen regional Golok Cup.

Baca juga: Mengapa Gianni Infantino Mendadak Gelar Rapat Darurat? FIFA Sedang Diguncang Krisis

Peristiwa tersebut terjadi ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan para pemain masih berada di lapangan ketika kilatan petir menghantam area permainan.

Sesaat setelah sambaran terjadi, terlihat percikan api muncul dari titik benturan sebelum Safwan langsung terjatuh.

Para pemain dan penonton yang berada di sekitar lokasi segera berusaha memberikan pertolongan.

Beberapa orang terlihat melakukan upaya penyelamatan awal sebelum tim medis tiba di stadion.

Berikut video detik-detik petir menyambar pemain:

Kepala Kepolisian setempat Thun Sirikhunt mengatakan tim darurat telah membawa Safwan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan akibat luka berat yang diderita.

"Meskipun tim medis darurat telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan korban, korban meninggal akibat cedera parah yang dialami dalam insiden tersebut," kata Thun dikutip Kamis (6/8/2026).

Selain Safwan, sebanyak 12 orang lainnya dilaporkan mengalami luka bakar akibat sambaran petir tersebut.

Salah satu korban adalah pesepak bola asal Malaysia, Alif Ezzahan Zulkifli, yang juga berada di lokasi kejadian.

Duka Klub dan Keluarga

Safwan diketahui baru beberapa pekan bergabung dengan FC Yala, klub yang berlaga di Thai League 3 Wilayah Selatan.

FC Yala menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pemain tersebut melalui pernyataan di media sosial.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita untuk keluarga Safwan Awae, pemain baru FC Yala," tulis klub tersebut.

Kematian Safwan menambah daftar insiden tragis akibat sambaran petir dalam dunia olahraga, terutama di lapangan terbuka yang memiliki risiko tinggi saat terjadi badai.

Lapangan Sepak Bola Rentan Sambaran Petir

Lapangan olahraga terbuka termasuk lokasi yang memiliki risiko tinggi ketika terjadi badai petir.

Area luas tanpa banyak perlindungan membuat pemain, wasit, maupun perangkat seperti tiang gawang dapat menjadi titik yang lebih mudah terkena sambaran.

Sebuah studi mengenai kecelakaan akibat petir di Eropa pada periode 2010–2019 menunjukkan sekitar 10 persen korban kecelakaan petir berada di fasilitas stadion, olahraga, atau rekreasi.

Mayoritas kasus terjadi di lapangan sepak bola.

Dalam kondisi badai, pemain di lapangan dapat menjadi objek yang rentan karena berada di area terbuka dan sering menjadi titik tertinggi di lingkungan sekitar.

Para ahli keselamatan olahraga umumnya merekomendasikan penghentian sementara pertandingan ketika terdapat tanda-tanda badai petir, seperti suara guntur atau aktivitas kilat di sekitar lokasi pertandingan.

Bukan Kasus Pertama dalam Sepak Bola

Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya.

Pada 2024, sambaran petir mengenai pertandingan sepak bola regional di Huancayo, Peru.

Dalam insiden tersebut, pemain bertahan José Hugo de la Cruz Meza meninggal dunia, sementara empat pemain lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa di Thailand kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya protokol keselamatan terhadap ancaman cuaca ekstrem dalam kegiatan olahraga luar ruangan, terutama di wilayah tropis yang sering mengalami badai petir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.