Jelang HUT ke-81 RI, Balai TNGR Tingkatkan Pengawasan Kebersihan Kawasan Rinjani
Suci BangunDS August 06, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memperketat pengawasan kebersihan kawasan konservasi menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya aktivitas pendakian selama bulan Agustus 2026.

Secara administratif, Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani diketahui terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini, memiliki luas 41.330,00 hektar. 

Pada Agustus tahun lalu, Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani menyedot perhatian lokal dan mancanegara dengan total kunjungan masing-masing sebanyak 3.734 orang dan 5.776 orang.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, menjelaskan kegiatan bersih-bersih di kawasan Rinjani merupakan bagian dari Gerakan Nasional 8 Aksi Kehutanan untuk Indonesia Merdeka yang diinisiasi Kementerian Kehutanan.

Program ini dilaksanakan secara serentak di 17 taman nasional di berbagai daerah dengan melibatkan sekitar 1.945 peserta, serta menargetkan pembersihan jalur pendakian sepanjang 81 kilometer.

Namun, Astekita menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan kawasan Gunung Rinjani bukan hanya dilakukan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Selama ini, petugas TNGR bersama komunitas pecinta alam dan para relawan secara rutin menggelar kegiatan bersih-bersih di kawasan tersebut.

Menurutnya, peringatan HUT RI menjadi momentum untuk semakin mendorong keterlibatan masyarakat agar lebih banyak.

"Sebenarnya kegiatan bersih kawasan di Rinjani sudah menjadi rutinitas. Momentum Agustus ini hanya memperkuat apa yang selama ini sudah berjalan bersama komunitas dan relawan," katanya pada Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Taman Nasional Bromo, Komodo, dan Rinjani Resmi Terapkan Sistem Pengelolaan Baru, Apa Dampaknya?

Sejumlah komunitas juga telah menyusun agenda pelestarian lingkungan di kawasan Rinjani sepanjang Agustus.

Komunitas Garuda Keadilan dijadwalkan menggelar aksi bersih-bersih di jalur pendakian Sembalun pada 11–14 Agustus. 

Sementara itu, Mapala Universitas Hamzanwadi akan mengadakan kampanye konservasi satwa dan edukasi lingkungan di jalur Sembalun-Torean pada 11–15 Agustus.

"Penanaman pohon dan kegiatan Rinjani Merah Putih turut juga memeriahkan rangkaian peringatan kemerdekaan," tuturnya.

Seiring padatnya agenda, TNGR memperbanyak frekuensi patroli di sepanjang jalur pendakian. 

Petugas tidak hanya siaga menghadapi kondisi darurat, tetapi juga mengawasi kebersihan dari pintu masuk, jalur pendakian, Pelawangan, hingga kawasan Danau Segara Anak. 

"Kami selalu mengingatkan kepada para pendaki, porter, dan pemandu wisata untuk membawa turun seluruh sampah yang dihasilkan," jelasnya.

Astekita menegaskan, edukasi kepada pengunjung tetap menjadi aspek utama dalam pengelolaan kawasan. 

Karena itu, petugas di lapangan setiap hari mengingatkan pendaki agar mematuhi aturan, termasuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama pendakian.

"Petugas kami tidak hanya berjaga, tetapi juga mengedukasi dan ikut membersihkan. Menjaga Rinjani bukan tanggung jawab petugas semata, melainkan butuh kesadaran dari seluruh pendaki," tegasnya.

Pihak TNGR pun mengajak semua pendaki memaknai Hari Kemerdekaan dengan aksi nyata, bukan sekadar upacara di puncak, tetapi juga dengan meninggalkan Rinjani dalam keadaan yang lebih bersih dari sebelumnya.

"Kami berharap tingginya kunjungan saat libur Agustusan tidak berimbas pada penumpukan sampah," terangnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.