UMPB Komitmen Perkuat Dakwah dan Perkaderan Muhammadiyah Lewat Baitul Arqam
Sri Juliati August 06, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Komitmen penanaman nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Tanah Papua terus diperkuat.

Salah satunya melalui pelaksanaan Baitul Arqam (BA) di Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB), yang kini telah memasuki minggu ketiga Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca-kegiatan inti.

Rektor UMPB, Hawa Hasan menegaskan Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan seremonial yang berlangsung selama tiga hari dua malam pada 17–19 Juli 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pintu masuk bagi proses perkaderan yang berkelanjutan.

"Masa pelaksanaan Baitul Arqam sebetulnya berjalan hingga enam bulan ke depan."

"Seluruh peserta wajib menyelesaikan program RTL ini sebagai syarat mutlak untuk memperoleh Syahadat resmi dari Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah," ujar Hawa Hasan dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan Baitul Arqam tidak diukur dari kehadiran peserta selama mengikuti kegiatan di kelas.

Melainkan dari konsistensi mereka dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, RTL menjadi tolok ukur sejauh mana materi yang diperoleh selama Baitul Arqam mampu diterjemahkan menjadi aksi nyata, baik di lingkungan akademik UMPB maupun di tengah masyarakat.

Baca juga: Baitul Arqam Perdana UNIMUTU Tunjukkan Kaderisasi Muhammadiyah yang Inklusif di Tanah Papua

Hawa Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada MPKSDI PP Muhammadiyah yang terus memberikan pendampingan intensif selama proses perkaderan berlangsung.

Menurutnya, pendampingan tersebut berperan penting dalam menjaga kualitas dan standar kurikulum perkaderan agar tetap relevan dengan kebutuhan serta tantangan lokal di Papua Barat.

Sebagai wujud keseriusan dalam memperluas jangkauan pembinaan, pihak rektorat berkomitmen menjadikan Baitul Arqam sebagai agenda rutin tahunan di UMPB. 

Langkah ini dipandang strategis untuk mengokohkan fondasi organisasi, mencetak kader berkarakter unggul, sekaligus sebagai syiar dakwah Muhammadiyah yang inklusif dan membawa kemajuan di Bumi Cenderawasih.

Peserta yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian Baitul Arqam, termasuk program RTL selama enam bulan, akan memperoleh Syahadat Baitul Arqam, yaitu sertifikat atau pengakuan resmi kelulusan perkaderan yang diterbitkan oleh MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.