Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, Takengon - Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Kamis (6/8/2026).
Orang nomor dua di RI tersebut tiba sekitar pukul 13.40 WIB mendarat mengunakan helikopter di lapangan SMPN 30 Takengon Desa lumut.
Agenda Wapres ke Desa Lumut tersebut meninjau secara langsung progres pemulihan pascabencana serta kesiapan pengerjaan infrastruktur Jembatan Lumut di Kabupaten Aceh Tengah.
Dalam kunjungan kerjanya, Wapres turut didampingi oleh Pangdam Iskandar Muda (IM), Kapolda Aceh, Kabinda Aceh, serta Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah.
Setibanya di lokasi, Gibran disambut langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan Muchsin Hasan beserta Jajaran, Wakapolda Aceh, Kapolres, dan Dandim 0106 Aceh Tengah.
Dalam momen tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Mulyadi, menjelaskan detail pengerjaan Jembatan Lumut yang ditinjau langsung oleh Wapres.
Dalam momen tersebut Wapres juga sempat menyingung penyebab kelangkaan semen yang melanda provinsi Aceh.
Mulyadi turut membenarkan permasalahan kelangkaan tersebut di hadapan Wapres.
Dikatakan kelangkaan semen dikarenakan Aceh hanya memiliki satu pabrik semen andalas, dan dibantu semen padang.
Menurutnya, kelangkaan semen ini menjadi kendala dalam pemulihan infrastruktur, selain kelangkaan, kenaikan harga semen dari normalnya Rp 80 ribu (40 KG) sekarang melonjak hingga 120 per sak.
Usai mendengarkan penjelasan tersebut, Gibran juga menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat setempat, mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat serta melayani momen berfoto bersama warga di lokasi.
Wapres juga turut memberikan hadiah peralatan sekolah berupa buku tulis dengan tempat pensil kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) yang menyambutnya di lokasi.
Sementara itu usai kepulangan Wapres dari lokasi dihadapan awak media, Mulyadi menyebutkan pengerjaan jembatan saat ini telah mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya untuk diresmikan pada 17 Agustus 2026.
"Progres hari ini sudah mencapai 95 persen dan tinggal menunggu pengaspalan.
Pengaspalan kita rencanakan mulai minggu depan, paling lambat tanggal 15 Agustus, sehingga jembatan ini dapat diresmikan pada 17 Agustus sesuai jadwal awal," terang Mulyadi selaku PPK 3.3 BPJN Aceh.
Mulyadi menambahkan, pengerjaan permanen Jembatan Lumut ini melibatkan proses pengangkatan struktur (jacking) untuk mengembalikan elevasi jembatan menjadi 5 hingga 6 meter dari permukaan air setelah sebelumnya sempat tertimbun sedimen material banjir, serta penggantian tiang dan pengecatan ulang.
Lebih lanjut, Mulyadi mengungkapkan bahwa Wapres Gibran meminta seluruh proses penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur jalan di lintasan Bireuen-Takengon hingga Bener Meriah dipercepat.
Terkait kendala kelangkaan semen di Aceh, Wapres juga memberikan atensi khusus untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna menstabilkan pasokan dan harga semen.
"Pak Wapres menginginkan penanganan pascabencana ini dipercepat.
Mengenai kendala kelangkaan semen yang dialami di Aceh, beliau memberi atensi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan semen kembali normal demi mendukung percepatan pembangunan infrastruktur," pungkas Mulyadi.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas kunjungan Wapres ke wilayahnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat memberi dorongan dan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat terdampak.
"Kami atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Aceh Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden yang telah sudi hadir di Aceh Tengah, khususnya di Kampung Lumut, Kecamatan Linge.
Ini adalah sebuah sugesti bagi kita bahwa pemerintah pusat selalu hadir," ujar Haili Yoga usai mendampingi rombongan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haili Yoga menyampaikan sejumlah usulan prioritas, mulai dari penanganan sungai, jembatan, penataan pemukiman warga terdampak, hingga perbaikan sarana pendidikan seperti SMPN 30 dan SD di sekitar lokasi.
Selain itu, ia juga menyampaikan usulan prioritas di sektor kesehatan, khususnya penambahan alat medis untuk RSUD Datu Beru Takengon.
"Alat kesehatan jantung di RSUD Datu Beru sudah berumur 10 tahun dan cukup riskan.
Bapak Wapres merespon cepat dan langsung memerintahkan Sespri beliau untuk menjadikannya prioritas.
Beliau juga berpesan agar seluruh data kebutuhan pascabencana dikumpulkan secara detail (by data)," jelas Haili Yoga. (*)
Baca juga: Wapres Gibran Tiba di Lumut Aceh Tengah, Tinjau Pembangunan Jembatan JT 0053
Baca juga: Wapres Gibran Saksikan Antrean Panjang di SPBU Raklunung Blangkejeren