Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan
TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Persoalan kekurangan guru di Kabupaten Tangerang kembali menjadi sorotan saat proses serah terima jabatan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang, yang baru Supriyadi.
Isu tersebut kembali disinggung oleh Kepala Disdik sebelumnya, Dadan Gandana, saat menyampaikan sambutan dalam acara sertijab yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Kamis (6/8/2026).
Menanggapi hal tersebut, Supriyadi mengaku, belum bisa membeberkan langkah maupun terobosan untuk mengatasi persoalan kekurangan guru di wilayahnya.
Menurut Supriyadi, dirinya belum ingin menyampaikan kebijakan terkait persoalan tersebut sebelum melakukan pendalaman dan memperoleh data yang akurat.
Baca juga: Supriyadi Resmi Jabat Kepala Disdik Kabupaten Tangerang, Fokus Jalankan Program Bupati
"Saya dengan segala kerendahan hati, kalau bicara langsung terkait substansi seperti guru, sekolah, dan lain sebagainya, insyaallah nanti pada waktunya saya akan sampaikan ke teman-teman," ujar Supriyadi kepada wartawan.
Ia juga mengaku, tidak ingin terburu-buru memberikan pernyataan mengenai kondisi pendidikan di Kabupaten Tangerang tanpa didukung data yang valid.
"Tetapi malah nanti salah kalau saya berkomentar sekarang tanpa disertai dengan data dan informasi yang akurat," katanya.
"Maka, tunggu saja hal-hal begitu," ucap Supriyadi menambahkan.
Supriyadi pun lantas meminta waktu, untuk mempelajari berbagai persoalan yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan sebelum menyampaikan langkah konkret kepada publik.
Ia berharap, dapat menjalankan amanah yang diberikan pimpinan sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang.
"Insyaallah, doakan kami untuk bisa melaksanakan tugas amanat pimpinan ini, mungkin juga pastinya harapan masyarakat," katanya.
"Insyaallah (kami) bisa memberikan yang terbaik di dalam dunia pendidikan untuk Kabupaten Tangerang," pungkasnya.
Untuk diketahui, isu mengenai kekurangan guru sendiri sebelumnya telah menjadi perhatian Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Deden Umardani.
Berdasarkan data yang dimilikinya, Kabupaten Tangerang saat ini diperkirakan masih kekurangan sekitar 6.000 guru untuk jenjang SD dan SMP negeri.
Menurut Deden, kondisi tersebut berpotensi semakin memburuk lantaran sekitar 2.000 guru honorer terancam tidak lagi dapat dipekerjakan seiring kebijakan penghapusan tenaga honorer.
Sehingga, apabila seluruh guru honorer tersebut benar-benar berhenti, maka total kekurangan guru di Kabupaten Tangerang diperkirakan dapat mencapai 8.000 orang.
Belum lagi, setiap bulan terdapat sekitar 100 hingga 200 guru yang memasuki masa pensiun.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah apabila tidak segera diantisipasi melalui langkah pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik.