TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat kembali mengambil langkah nyata dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa dengan menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum bertema "Membangun Karakter Anak Melalui Budaya Sadar Hukum Sejak Dini". Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di SDN 128 Haurpancuh, Kota Bandung.
Acara ini dihadiri oleh Tim Penyuluh Hukum Ahli Madya Kanwil Kemenkum Jawa Barat, Kepala SDN 128 Haurpancuh beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan, serta diikuti secara antusias oleh para peserta didik dari kelas IV, V, dan VI.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan instruksi dan arahan langsung dari Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar. Dalam berbagai kesempatan, Asep Sutandar selalu menegaskan bahwa pembentukan karakter dan budaya sadar hukum tidak boleh hanya menyasar orang dewasa, melainkan harus ditanamkan sejak usia bangku sekolah dasar.
Dukungan penuh dari pimpinan ini diwujudkan sebagai komitmen institusi untuk menciptakan generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan memahami hak serta kewajibannya sebagai bagian dari masyarakat yang taat hukum.
Di bawah pengawasan Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Ferry Gunawan Christy, tim penyuluh dikerahkan untuk menyampaikan materi secara paralel di delapan kelas yang berbeda.
Pendekatan ini dilakukan agar penyampaian informasi berjalan optimal, interaktif, dan tepat sasaran sesuai dengan tingkat pemahaman anak-anak. Para siswa diajak berdiskusi tentang pentingnya menaati tata tertib sekolah, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga sopan santun di kehidupan sehari-hari.
Selain materi dasar kedisiplinan, isu-isu krusial seperti pencegahan aksi perundungan (bullying) baik secara fisik, verbal, maupun di ranah digital menjadi fokus utama penyuluhan.
Tim penyuluh juga memberikan edukasi mengenai penggunaan internet yang bijak, pengenalan hak-hak anak, serta keberanian untuk melapor kepada pihak terpercaya jika mengalami atau melihat tindakan kekerasan. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif melalui permainan edukatif, sesi tanya jawab yang hangat, dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan keseharian siswa.
Selama kegiatan berlangsung, ratusan peserta didik menunjukkan antusiasme yang luar biasa dengan aktif bertanya dan berpartisipasi dalam diskusi. Melalui kegiatan yang membangun sinergi kuat antara Kemenkum Jawa Barat dan pihak sekolah ini, diharapkan para siswa SDN 128 Haurpancuh dapat tumbuh menjadi pelopor budaya sadar hukum.
Ke depannya, kolaborasi berkelanjutan ini ditargetkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, tertib, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.