TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di pasar internasional SGX–Sicom berbalik turun tipis hari ini pasca kemarin naik, namun harganya masih tetap dibanderol Rp 38 ribuan per kg.
Harga kadar karet kering (KKK) 100 persen turun Rp92 per kilogram menjadi Rp38.835 per kilogram.
Sekjen Apkarindo Sumsel, H Rudi Arpian mengatakan koreksi yang terjadi relatif kecil dan menunjukkan tekanan jual di pasar belum terlalu kuat.
Kenaikan harga kemarin masih bisa menopang harganya bagus sehingga meski hari ini anjlok tidak merosot jauh, sehingga upaya bertahan dan menuju harga Rp 40 ribu per kg masih terbuka.
Menurutnya, pola pergerakan harga selama pekan ini menunjukkan penguatan pasar yakni optimistis tetap naik meski bergerak lambat naiknya.
Jika besok harga kembali naik maka bisa saja tembus Rp 39 ribu atau justru harga akan kembali memperpanjang daftar harga karet anjlok besok.
"Besok penentu harga pekan ini, bisa saja turun atau naik harganya, kalau naik peluang ke Rp 40 ribu terbuka tapi kalau turun maka diharapkan pekan depan akan kembali menguat lagi," kata Rudi.
Oleh sebab itu petani diminta tetap menjaga kualitas karet agar semakin bagus harganya. Sebab makin bagus kadar KKK nya maka harga jualnya juga makin bagus.
Daftar harga kadar karet kering (KKK), Kamis (6/8/2026): KKK 100 persen: Rp38.835/kg (turun Rp92/kg) KKK 70 % : Rp27.185/kg KKK 60 % : Rp23.301/kg KKK 50 % : Rp19.418/kg KKK 40 % : Rp15.534/kg KKK 30 % : Rp11.651/kg