BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan limas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di ruas Jalan Banjarbaru-Batulicin menjadi perhatian serius pemerintah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan bersama sejumlah instansi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan sekaligus menyiapkan langkah-langkah peningkatan keselamatan bagi pengguna jalan.
Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Pembinaan Teknis Jalan dan Jembatan, Misna Uttri Wiharti, Kamis (6/8/2026) mengatakan, pihaknya turut berduka atas insiden tersebut dan langsung mengikuti rapat koordinasi serta peninjauan lapangan bersama Polda Kalsel, Polres Tanahbumbu, Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu.
"Selain menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut, kami juga memaparkan hasil peninjauan kondisi jalan sebagai bahan evaluasi bersama," ujar Misna.
Hasil pemeriksaan menunjukkan secara teknis ruas jalan di lokasi kecelakaan berada dalam kondisi baik.
Permukaan jalan dinilai mulus tanpa kerusakan, dilengkapi bahu jalan dan marka, serta memiliki jarak pandang yang masih memenuhi standar meski berada pada jalur menanjak.
Baca juga: 36 Jemaah Umrah Asal Kalsel Tiba di Tanah Air, Sampaikan Terima Kasih kepada Pihak yang Membantu
Baca juga: Hotspot di Tapin Kalsel Capai 80 Titik, Sehari Dua Karhutla Berhasil Dipadamkan
Meski demikian, PUPR Kalsel menilai peningkatan aspek keselamatan tetap diperlukan. Dalam waktu dekat, sejumlah fasilitas akan ditambah, mulai dari rambu peringatan, papan imbauan, hingga peningkatan penerangan jalan melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan, pemerintah daerah dan PLN.
Menurut Misna, ruas Banjarbaru hingga Batulicin memiliki karakteristik medan pegunungan dengan kombinasi tanjakan, turunan, dan tikungan yang menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap pengendara.
Karena itu, pengguna jalan diminta mematuhi batas kecepatan, yakni maksimal 60 kilometer per jam di jalur lurus dan 40 kilometer per jam saat melintasi tikungan.
Di sisi lain, perbaikan geometrik jalan juga terus berlangsung di sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian.
Penanganan dilakukan di Kelok 12 dan Gunung Papua melalui dukungan pemerintah pusat, sedangkan titik Bunglai dan Temunih dikerjakan menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026.
PUPR Kalsel mencatat progres pekerjaan yang dibiayai APBD telah melampaui 40 persen dan ditargetkan rampung sesuai jadwal.
Selain pembangunan fisik, pemasangan rambu pengarah, rambu peringatan, dan rambu batas kecepatan dilakukan secara bertahap.
Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna ruas Jalan Banjarbaru hingga Batulicin yang menjadi jalur penghubung penting di Kalimantan Selatan.
"Kami akan terus berkoordinasi melalui forum lalu lintas agar penanganan keselamatan di ruas Banjarbaru-Batulicin semakin optimal," kata Misna.
Adapun warga Kahelaan Banjar, Ariansyah mengaku, memang ruas jalan Batulicin-Banjarbaru terutama di Sungai Pinang cukup sering kecelakaan.
"Ada yang kecelakan ringan sedang hingga kecelakaan berat. Itu karena jalannya naik turun dan pengguna kendaraan laju atau cepat pak. Selain itu juga perlu ada rest area," kata Ardiansyah. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)